Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

jalan-jalan

Melirik Pesona Lembah Garfagnana

Selasa 09 Sep 2014 16:00 WIB

Red:

Garfagnana bukanlah tempat yang familiar. Bahkan, tak populer untuk orang Italia sekalipun. Berada di daerah Tuscany tidak membuatnya menjadi tujuan wisata populer layaknya Pisa, Florence atau Lucca. Menuju tempat ini sebenarnya tidak jauh dari pusat keramaian Pisa, hanya 1,5-2 jam perjalanan dengan menggunakan kereta lokal. Tapi, entah mengapa tempat ini seakan hilang dalam peta wisata negara ini.

Seperti daerah lain di Tuscany, pesona alam dan pertanian adalah daya tarik utama Garfagnana. Namun begitu, kondisi alam yang sulit membuat penduduk setempat harus memutar otak untuk tidak bergantung hanya dari sektor pertanian. Oleh sebab itu, agriturisme kemudian menjadi sumber pendapatan tambahan bagi penduduk Garfagnana sekaligus menjadi cara untuk menarik kembali para turis yang mulai enggan berkunjung ke tempat ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Walaupun usia usaha agriturisme di kawasan ini tidak lebih dari dua dekade, saat ini agriturisme  menjadi kekuatan ekonomi serta daya tarik utama yang ditawarkan Garfagnana. Di kawasan ini, tidak kurang dari 20-an hotel berbasis agriturisme plus paket wisata yang juga menawarkan agriturisme sebagai cara menikmati pesona Garfagnana. Berwisata dengan cara ini akan membawa Anda menjelajahi Garfagnana dan mengerti kultur penduduk setempat dalam hal pangan dan pertanian.

Produk utama pertanian Garfagnana adalah faro, chestnut, dan produk lainnya seperti susu dan keju. Faro yang merupakan polong-polongan dibudidayakan intensif oleh penduduk lokal dan kemudian dapat diolah menjadi sumber karbohidrat. Satu produk unik dari daerah ini adalah bir yang disuling dari kacang polong ini, dan kini pemasarannya sudah menjangkau pasar ekspor.

Keju dan susu adalah produk pertanian lain yang cukup populer. Anda bisa menemukan dan membeli produk-produk ini langsung ke sentra produksi yang tersebar di Garfagnana. Sebab, peternakan sapi dilakukan di kawasan pegunungan, produk keju yang dihasilkan di tempat ini diklaim memiliki cita rasa yang berbeda dengan produk peternakan konvensional.

Chestnut yang bersejarah
Lain cerita dengan chestnut, 70 persen area Garfagnana diselimuti oleh hutan dan pohon chestnut adalah tanaman utamanya. Chestnut yang berasal dari negeri Tiongkok ini asing terdengar di telinga saya karena saya jarang menemukan produk ini di pasaran Indonesia. Walaupun bernama chestnut, bentuknya sama sekali tidak seperti kacang-kacangan.

"Kacang" ini cukup unik karena diselimuti oleh cangkang yang berduri. Bagi penduduk lokal, chestnut memiliki sejarah tersendiri bagi penduduk lokal. Dahulu kala chestnut merupakan bahan pangan yang melambangkan kemiskinan, hal ini disebabkan karena saat perang melanda kawasan ini penduduk setempat bertahan hidup hanya dengan mengonsumsi chestnut. Seiring berjalannya waktu, chestnut menjadi bagian dari keseharian hidup penduduk lokal. Saat ini, chestnut masih diolah untuk dijadikan tepung untuk kemudian diolah menjadi berbagai macam roti dan kue.

Pengalaman itu tidak berhenti di ladang atau di kebun, Anda juga akan menemui kultur penduduk setempat di meja makan. Anda akan mengerti betapa mereka sangat menghargai produk pertanian dan peternakan mereka sendiri. Hal ini terbukti dari makanan dan minuman yang disajikan di meja makan hampir semuanya diperoleh langsung dari petani-petani setempat atau mereka dapatkan dari ladang mereka sendiri. Karena itu pula, penjualan langsung di ladang atau bahkan di dapur menjadi sangat lumrah di tempat ini.

Pengalaman kuliner yang kaya
Layaknya agriturisme di Indonesia tempat ini juga memiliki restoran. Alhasil, apa yang Anda lihat di ladang, itulah yang akan Anda konsumsi di meja makan. Pengalaman kuliner akan dimulai dari sana, selanjutnya sajian yang dihidangkan di meja makan akan membawa Anda merasakan wisata kuliner yang sesungguhnya. Pasta dan risotto akan Anda temui dalam keseharian kuliner di Italia. Selain itu, kuliner lain sangat beragam dari sup, olahan ayam, dan daging, serta yang tak boleh ketinggalan piza.

Restoran-restoran yang ada akan selalu menawarkan produk dan hidangan lokal bagi para pelancong, selain itu acara-acara kuliner juga kerap diadakan terutama di musim liburan. Tak heran mengapa Elizabeth Gilbert dalam bukunya yang berjudul Eat, Pray, Love menceritakan segmen kuliner di Italia. Italia di mana pun tempatnya akan memanjakan lidah Anda, hal itu pula yang saya rasakan ketika berada di tempat ini.

Berada di antara dua pegunungan Apuane dan Apenine juga membuat tempat ini menawarkan wisata alam. Trekking, rafting, dan wisata alam lain akan menjadi kegiatan pilihan bagi Anda. Trekking bisa dikatakan kegiatan yang paling populer terutama saat musim panas tiba, di sepanjang jalan atau di sudut-sudut desa banyak ditemui pelancong yang sedang menyusuri rute trekking.

Pemerintah maupun warga lokal pun sangat mendukung kegiatan wisata ini dengan menyajikan berbagai macam rute dengan variasi tingkat kesulitan dan lamanya perjalanan. Jangan khawatir tersesat karena di sepanjang rute akan tersedia penanda berwarna biru putih yang menunjukkan bahwa Anda berada di rute yang tepat.

Dengan sejuta pesona tersembunyi yang bisa didapatkan dari tempat ini sayangnya jumlah pelancong yang datang berkunjung tidaklah sebanyak tempat-tempat wisata lain yang populer di Italia. Garfagnana hanya menjadi tempat persinggahan jika mereka bepergian ke Pisa atau ke Florence yang letaknya juga tidak jauh. Itu pula sebabnya mengapa turis yang datang kebanyakan adalah penduduk lokal yang hijrah ke kota lain kemudian kembali ke tempat ini untuk menghabiskan liburan musim panas mereka.

Selain itu, turis yang datang khusus untuk menikmati tempat ini kebanyakan mengikuti paket liburan dari travel agent setempat. Hal ini patut disayangkan karena Garfagnana patut dilirik sebagai tempat alternatif bagi pelancong yang ingin menikmati keindahan alam di Tuscany Italia.

***
Menikmati Musim Panas di Sillico

Luas areanya yang sangat besar, desa-desa di Garfagnana tersebar baik di lembah maupun Pegunungan Apenine dan Apuane. Castelnuovo di Garfagnana adalah ibu kota wilayah Garfagnana dan di sinilah tempat kita dapat menemukan kantor informasi wisata, bank ataupun supermarket. Walaupun terdengar sederhana tempat-tempat tersebut tidak akan Anda temukan di desa-desa terutama yang letaknya di balik Pegunungan Apuane atau Apenine.

Sillico adalah salah satu desa yang termasuk dalam distrik Pieve Fosciana di Garfagnana. Saya sendiri tinggal di desa ini selama musim panas lalu. Melihat sekeliling, maka saya hanya akan menemukan lansia yang hilir mudik. Desa ini memang tergerus zaman ketika orang muda memilih untuk tinggal di kota, persis seperti yang terjadi di negara berkembang. Penduduk di desa ini kurang lebih hanya 90 orang, semua mengenal satu sama lain dengan sangat baik. Kebanyakan penduduk setempat memiliki usaha jasa akomodasi sehingga Anda tidak perlu ragu untuk mencari tempat menginap di desa kecil ini.

Aman dan nyaman boleh disematkan untuk tempat ini, mungkin karena kultur penduduk setempat yang ramah dan menghormati para turis membuat saya tidak pernah khawatir dengan keamanan di tempat ini. Sungguh berbeda dengan kebanyakan tempat di Italia di mana Anda sering mendengar kasus-kasus kriminal menimpa para pelancong. Tapi, mungkin inilah wajah sebenarnya negara ini.

Ketika cerita-cerita lain yang banyak diperdengarkan mengenai ketidakamanan tempat-tempat wisata di Italia, desa ini menjadi wajah asli Italia yang layak jadi referensi wisata. Karena letaknya yang terjangkau dari pusat kota, Sillico sangat direkomendasikan sebagai tempat untuk menghabiskan liburan di Garfagnana. Selain pilihan akomodasi yang beragam, penduduk lokal kerap mengadakan event di musim panas.

Selama Juli lalu, event yang diadakan adalah pameran lukisan, festival kuliner serta konser musik yang diadakan di ruang terbuka. Pameran lukisan diselenggarakan berbarengan dengan festival kuliner, dengan merogoh kocek 30-50 Euro Anda bisa menikmati pameran seni yang diakhiri dengan makan malam bersama dengan hidangan lokal yang fantastis.

Walaupun harganya terlihat mahal, festival-festival ini dikelola dan dilakukan oleh penduduk setempat. Uang hasil penjualan pun juga akan digunakan untuk kepentingan pembangunan Desa Sillico. Sedangkan, konser musik yang saat itu saya hadiri tidak dipungut bayaran sehingga semua orang berduyun-duyun datang untuk dapat menikmati pertunjukan musik tersebut.

***
Tips :


Anda dapat menggunakan kereta lokal dari Stasiun Pisa untuk sampai di Stasiun Castelnuovo di Garfagnana. Perjalanan akan ditempuh selama kurang lebih 1,5-2 jam, namun Anda harus transit dan ganti kereta di Stasiun Lucca untuk mencapai Castelnuovo di Garfagnana. Selanjutnya, perjalanan menuju Sillico dapat dilakukan dengan taksi yang cukup banyak tersedia di stasiun dengan harga 20 euro, perjalanan Castlenuovo di Garfagnana-Sillico hanya memakan waktu 20 menit.

Jika Anda tipe pelancong yang ingin menikmati suasana liburan Anda ketimbang mengunjungi kota sebanyak-banyaknya, maka Anda sebaiknya menyiapkan waktu empat hari atau lebih di tempat ini. Anda bisa melakukan wisata alam sekaligus agriturisme yang menjadi ciri khas Garfagnana. Namun, jika sebaliknya, Anda bisa tinggal di Garfagnana dan mengunjungi kota-kota yang berdekatan seperti Lucca atau Florence.

Akomodasi dapat ditemukan dengan mudah melalui situs-situs yang menyediakan jasa booking akomodasi, biasanya kamar yang disediakan berupa apartemen lengkap dengan kitchenette untuk Anda memasak. Karena kamar yang ditawarkan berupa apartemen, harga yang ditawarkan mulai dari 60-80 euro per malam. Namun, kamar yang ditawarkan juga sangat beragam, dari single bed room hingga family room.

Mereka juga menyediakan dapur dan tempat makan umum jika Anda ingin makan bersama keluarga atau teman-teman. Saya sendiri menginap di Le Muse Casa Vacanze selama sebulan di Sillico, pelayanan dari pemilik hotel sangat memuaskan walaupun terdapat kendala untuk urusan komunikasi karena si pemilik tidak bisa berbahasa Inggris. Tapi, saya tidak menemui masalah yang berarti selama menginap di Le Muse.

Jika Anda ingin berhemat, memanfaatkan dapur seoptimal mungkin bisa jadi pilihan, terutama jika Anda berencana untuk menghabiskan waktu di Sillico lebih dari lima hari. Anda bisa berbelanja bahan-bahan pangan di supermarket di Castelnuovo dan kemudian memasak sendiri di kamar atau di dapur hotel.

Selain itu, dengan memasak sendiri Anda bisa memanfaatkan produk-produk pertanian lokal yang Anda temui di agriturisme di Garfagnana. Jika Anda terlalu sibuk untuk memasak, Sillico mempunyai satu restoran yang, uniknya, tutup pada hari Rabu. Restoran ini khusus menyediakan hidangan khas Italia. Sayangnya, karena saya tidak pernah mengunjungi restoran tersebut selama saya tinggal di Sillico, saya tidak tahu kisaran harga makanan yang ditawarkan.

Juli adalah bulan terbaik untuk mengunjungi Sillico, karena sepanjang bulan Juli hingga awal Agustus penduduk lokal kerap mengadakan event kuliner, pertunjukan musik, bahkan pameran lukisan seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya. Beberapa event tidak dipungut biaya sehingga bisa menghemat anggaran liburan Anda. Selain itu, karena cuaca yang mendukung di bulan Juli Anda dapat leluasa melakukan wisata alam, baik trekking di sekitar desa ataupun mengunjungi desa-desa lain di Garfagnana.

Sisilia Ita, mahasiswi di Ghent University

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA