Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Kemenag Jaring Calon Komisioner KPHI

Jumat 18 Mar 2016 14:00 WIB

Red:

JAKARTA -- Menyusul berakhirnya masa jabatan pengurus Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) pada Maret ini, Kementerian Agama (Kemenag) segera menjaring calon-calon komisioner KPHI yang baru.

Sekretaris Jenderal Kemenag Nur Syam mengatakan, surat keputusan (SK) pembentukan tim seleksi komisioner KPHI telah ditandatangani Menteri Agama. Setelah terbentuk, tim seleksi ini akan melakukan berbagai pertemuan untuk membahas rekrutmen komisioner KPHI.

Masa penjaringan calon pengurus KPHI akan berlangsung selama tiga bulan. Karena itu, pada awal Juli nanti, tim seleksi diharapkan sudah mendapatkan calon-calon komisioner KPHI yang memenuhi persyaratan sesuai regulasi yang ada.

Nur Syam berharap, KPHI nantinya diisi oleh sosok-sosok yang memahami agama dengan baik. "Syukur jika mereka adalah alumni dari lembaga pendidikan Islam yang sangat baik, memiliki kemampuan manajerial yang memadai, memiliki kemampuan agama plus terutama yang terkait persoalan hukum haji termasuk rukun, sunah, dan wajibnya," kata dia menjelaskan kepada Republika, Kamis (17/3).

Dengan kemampuan manajerial yang baik, menurut Nur Syam, mereka akan percaya diri dalam mengawasi penyelenggaraan ibadah haji. Selama ini, KPHI mengemban tugas yang cukup luas, seperti memantau pelaksanaan ibadah haji, memonitor dan menyupervisi keuangan haji, serta mengevaluasi penyelenggaraan haji. "Monitoring dilakukan dari pra, pelaksanaan hingga berakhirnya musim haji," katanya. Hasil pemantauan mereka pun telah dilaporkan kepada Presiden, Komisi VIII DPR, dan Kemenag.

Nur Syam berharap, KPHI yang baru dapat memperbaiki kinerja dalam pengawasan penyelenggaraan haji. Mereka juga harus bisa menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dan kementerian yang terkait haji, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pertahanan.

KPHI pun, menurut Nur Syam, harus menjalin kerja sama dengan DPR, DPD, dan lembaga independen lainnya. Dengan jalinan kerja sama ini diharapkan kualitas pengawasan KPHI semakin maksimal dan optimal.

Dalam pandangan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid, pemerintah seharusnya telah memilih ketua baru KPHI setelah tiga bulan ketua yang lama (KH Slamet Effendy Yusuf) meninggal dunia.

Menurutnya, komisioner KPHI haruslah sosok yang berintegritas, memiliki komitmen, jiwa kepemimpinan, kemampuan komunikasi yang baik, serta profesional dalam pengawasan penyelenggaraan haji.

"Pengawasan KPHI selama ini lebih kepada hal-hal strategis, sementara masalah teknis Kemenag lebih menguasai. Sehingga, KPHI kalah dalam membangun argumentasi untuk temuan yang disampaikan komisi (KPHI)," kata dia menjelaskan.

Terbatasnya tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi) dan kewenangan KPHI, lanjut Sodik, berdampak pada kurang didengarnya suara mereka oleh Kemenag. "Namun, dengan UU Penyelenggaraan Haji dan Umrah akan membuat fungsi pengawasan semakin efektif," katanya.

Layanan transportasi haji

Terkait penyelenggaraan haji 2016, Kemenag akan meningkatkan fasilitas transportasi darat bagi jamaah haji selama di Tanah Suci.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis mengatakan, peningkatan layanan transportasi darat bagi jamaah haji selama di Saudi Arabia menjadi salah satu fokus bahasan Menag Lukman Hakim Saifuddin saat bertemu dengan Naqabah al Aamah li al Sayyarat (koordinator transportasi darat Arab Saudi). Menag meminta agar layanan transportasi darat ditingkatkan sehingga peristiwa bus mogok yang merugikan jamaah haji Indonesia tidak terulang.

Pada musim haji tahun lalu, terdapat sekitar 27 bus pengangkut jamaah haji Indonesia yang mengalami gangguan seperti mogok, penyejuk udara (AC) tidak berfungsi, serta pengemudi bus yang kurang bersahabat. Meski jumlahnya kecil dibandingkan lebih dari 1.100 unit bus antarkota yang mengantar jamaah haji Indonesia dengan rute Madinah-Makkah dan Jeddah-Makkah, hal itu menjadi perhatian serius Kemenag agar ditingkatkan layanannya.

Menurut Sri Ilham, tim Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag sudah bertemu Ketua Naqabah Brigjen Ahmad Abdullah Sumbawa dan menyampaikan sejumlah catatan mengenai peningkatan pelayanan transportasi bagi jamaah haji Indonesia.

Ahmad Abdullah merespons baik hal tersebut, bahkan sudah berkomitmen untuk melakukan pengadaan bus baru sebanyak 3000 unit pada tahun ini. Naqabah juga akan membuka rute upgrade baru, yaitu dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, menuju Makkah. "Rute tersebut selama ini tidak dapat di-upgrade," kata Sri Ilham dalam siaran persnya, Kamis (17/3) malam. rep: Ratna Ajeng Tejomukti, ed: Wachidah Handasah

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA