Jumat, 15 Rajab 1440 / 22 Maret 2019

Jumat, 15 Rajab 1440 / 22 Maret 2019

Provinsi Harus Miliki Pendidikan Dokter

Sabtu 02 Apr 2016 16:37 WIB

Red: operator

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Pemerintah menyarankan setiap provinsi minimal harus memiliki satu program studi (prodi) kedokteran. Pemerintah daerah harus memenuhi syarat mutlak tertentu untuk dapat mendirikan pendidikan dokter.

Menurut Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, hal penting saat ini setiap daerah memang harus meningkatkan sumber daya manusia (SDM). "Seperti, kesehatan manusia yang harus baik dan merata. Untuk itu, minimal satu provinsi harus ada fakultas kedokteran atau pendidikan dokter," kata Nasir di Gorontalo, Jumat (1/4). Oleh karena itu, pihaknya akan mendukung terus peningkatan taraf hidup dan kesehatan melalui pendidikan dokternya.

Nasir menerangkan, Pemerintah Gorontalo harus memenuhi syarat mut lak tertentu untuk dapat mendirikan pendidikan dokter. Beberapa di antaranya, seperti institusi berakreditasi minimal B dan dosennya sudah terpenuhi. "Nah, kedua hal ini sudah ada katanya diinformasikan tadi ke saya," kata Nasir.

Selain itu, Nasir mengatakan, universitas juga perlu memiliki rumah sakit rujukan untuk praktik kedokteran. Hal ini bukan berarti universitas harus membangun rumah sakit pendidikan. Universitas bisa bekerja sama dengan RS di daerah yang secara langsung dapat membuat dunia kesehatan semakin berkembang baik.

"Lalu, perkembangannya seberapa jauh apa yang diusulkan Universitas Negeri Gorontalo ini?" kata Nasir. Hal inilah yang perlu dilihat untuk dapat mendirikan pendidikan dokter di Gorontalo.

Sampai saat ini, Provinsi Gorontalo belum juga memiliki program studi (prodi) atau fakultas kedokteran. Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim pun menyampaikan usulannya agar bisa diizinkan mendirikan prodi atau fakultas kedokteran di wilayahnya.

"Kami berharap, program dan kebijakan pemerintah agar Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dapat mendirikan fakultas kedokteran," ujar Idris.

Usulan ini jelas sangat serius karena pihaknya sudah mempersiap kan diri selama dua tahun belakangan ini.

Pada kesempatan itu, Idris juga mengutarakan usulannya ihwal pendirian politeknik berstatus negeri. Saat ini, pendirian tersebut penting karena sangat diperlukan keahlian tingkat madya di Gorontalo

Keinginannya pun sempat terhenti karena adanya informasi moratorium pemerintah pusat terhadap pendirian politeknik negeri. Namun, dia mengaku baru mendapat konfirmasi bahwa moratorium ini hanya berlaku di Pulau Jawa yang jumlahnya sudah cukup banyak. Sementara, untuk wilayah Indonesia Timur, terutama Gorontalo, masih memiliki kesempatan untuk mendirikannya.

"Karena, kita memang belum punya politeknik negeri hingga saat ini," kata dia. Untuk itu, dia berharap usulan dan target tersebut bisa terwujud.

Dia berpendapat, perhatian pemerin tahnya terhadap perguruan tinggi bukan hanya kebutuhan tenaga kesehatan atau tenaga teknik di Gorontalo semata. Akan tetapi, karena kedudukan perguruan tinggi sangat penting. Pemerintah Gorontalo sangat membutuhkan riset dan penelitian dari perguruan tinggi.

"Pasalnya, satu perencanaan yang komprehensif di pemerintah harus didasarkan pada riset dan penelitian. Kalau gakdilakukan, kita tentu akan mendapatkan kegagalan," ujar Idris. rep: Wilda Fizriyani ed: Muhammad Hafil

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA