Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

KPHI Tinjau Penyelenggaraan Haji

Rabu 09 Sep 2015 16:00 WIB

Red:

JEDDAH  -- Tujuh anggota Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) melakukan peninjauan langsung penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi. Mereka tiba di Bandara Internasional King Abdul Azis (KAA) Jeddah, Arab Saudi, bersamaan dengan jamaah haji kelompok penerbangan (kloter) JKG 25, Senin (7/9) pagi.

Sesampainya di Bandara KAA Jeddah, para komisioner KPHI langsung meninjau kantor Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah-Madinah PPIH Arab Saudi yang berada di basement bandara. Setelah itu, mereka langsung memantau proses pelayanan terhadap jamaah haji Indonesia, mulai dari pemeriksaan barang dan imigrasi sampai pemakaian pakaian ihram di miqat Plasa Indonesia Bandara KAA Jeddah.

Wakil Ketua KPHI Imam Addaruquthni mengatakan, tim akan melakukan pengawasan langsung selama 30 hari ke depan. Pengawasan menyangkut aspek penyusunan regulasi sampai penyelenggaraan haji, utamanya dalam hal pemberangkatan, kedatangan, transportasi, pemondokan, katering, Armina, dan pemulangan. "Sesuai perintah Undang-Undang, hasil pengawasan ini akan disusun dalam laporan yang akan diberikan kepada Presiden," kata Imam.

Dia melanjutkan, KPHI sesungguhnya sudah bekerja selama tiga tahun sejak penyusunan peraturan dan kebijakan haji sampai penyelenggaraannya di lapangan. KPHI melihat, ada beberapa rekomendasi yang diberikan pada tahun lalu yang sudah dilaksanakan pada tahun ini. Hal tersebut, antara lain, penempatan jamaah di Makkah yang tidak lagi memperhitungkan soal jarak, tetapi kelayakan tempat serta adanya layanan bus shalawat.

Kendati demikian, kata Imam, ada juga rekomendasi yang tidak dijalankan tahun ini, yakni penggunaan bus-bus usang untuk mengangkut jamaah dari Madinah ke Makkah atau sebaliknya. Akibat penggunaan bus-bus tua tersebut, sejauh ini sudah belasan kasus yang dilaporkan membuat jamaah menderita. "Padahal, bus-bus tua, seperti Abu Sarhad, ini tahun lalu sudah tidak dipakai, makanya sangat disayangkan kenapa tahun ini dipakai lagi," ujarnya.

Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Subhan Cholid mengatakan, sampai Ahad (6/9), sudah ada sejumlah laporan ketidaknyamanan jamaah selama perjalanan darat dari Madinah ke Makkah. Laporan yang paling mencolok adalah adanya 14 bus yang mogok di tengah jalan. Masalah lainnya adalah tiga bus dengan kondisi penyejuk udara yang mati dan satu bus mengalami kecelakaan. n ed: wachidah handasah

EH Ismail dari Jeddah, Arab Saudi

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA