Jumat 03 Oct 2014 17:00 WIB
Situs

Mina Kota Tenda

Red:

Mina juga dijuluki sebagai Kota Tenda. Ini karena adanya jutaan tenda yang telah disiapkan di hamparan padang pasir itu. Meski bukan sedang dalam musim haji, ribuan tenda tersebut tetap berdiri.

Pemerintah Arab Saudi saat ini terus berupaya untuk menambah jumlah tenda, memperluas area Mina, serta membuat sistem tenda bertingkat agar bisa menampung jamaah haji lebih banyak lagi pada tahun-tahun ke depan.

Saudi memindahkan bangunan publik dari Mina demi kenyamanan jamaah. Area tambahan tersebut bisa digunakan untuk tambahan tenda bagi jamaah haji yang datang ke negara ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto:PRASETYO UTOMO/Antara

Tak hanya terkenal untuk menginap, Mina merupakan daerah yang sangat penting bagi Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di sinilah, Ibrahim dan putranya, Ismail, diajarkan oleh Jibril untuk melaksanakan haji.

Lewat Atlas Haji, Muhammad bin Ishak menceritakan, ketika Ibrahim As telah menyelesaikan pembangunan Baitul Haram, Jibril mendatanginya dan berkata, "Tawaflah di sekelilingnya sebanyak tujuh kali putaran." Maka, Ibrahim bersama Ismail melakukan tawaf di sekelilingnya sebanyak tujuh kali putaran. Keduanya menyentuh seluruh rukun (sudut Ka’bah) dalam setiap kali putaran.

Setelah menyelesaikan tujuh kali putaran, mereka mengerjakan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Kemudian, Jibril bangkit bersama Ibrahim. Lalu, dia memperlihatkan kepada Ibrahim manasik haji secara keseluruhan; Shafa, Marwah, Mina, Muzdalifah, dan Arafah.

Ketika Ibrahim telah memasuki Mina dan turun dari Bukit Aqabah, mendadak iblis menampakkan dirinya di sisi Jumrah Aqabah. Maka, Jibril berkata kepadanya, "Lemparilah dia!" Lalu, Ibrahim melemparinya dengan tujuh butir kerikil dan iblis pun menghilang darinya.

Kemudian, Iblis itu muncul kembali pada Jumrah Wustha. Maka, Jibril berkata kepadanya, "Lemparilah dia!" Lalu, Ibrahim melemparinya dengan tujuh butir kerikil dan iblis pun menghilang darinya.

Kemudian, iblis itu muncul kembali pada Jumrah Ula. Maka, Jibril berkata kepada Ibrahim, "Lemparilah dia!" Lalu, Ibrahim melemparinya dengan tujuh butir kerikil sebesar kerikil yang lazim dipergunakan untuk melempar jumrah dan iblis pun menghilang darinya. Kemudian, Ibrahim melanjutkan ibadah hajinya.

ed: a syalaby ichsan

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement