Sabtu, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 Februari 2019

Sabtu, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 Februari 2019

GEMA MUKTAMAR III WAHDAH ISLAMIYAH- Wapres Minta Umat Teladani Rasulullah

Rabu 20 Jul 2016 14:00 WIB

Red:

JAKARTA — Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK), secara resmi membuka Muktamar III Wahdah Islamiyah. Dalam sambutannya, ia meminta umat Islam meneladani Rasulullah Muhammad SAW. "Lihat Rasul, lihat sahabat. Semua berdagang, semua berusaha," kata JK dalam pidatonya membuka Muktamar III Wahdah Islamiyah di Jakarta, Selasa (19/7).

Berwirausaha, menurutnya, merupakan sikap yang harus diteladani umat Islam dari Rasulullah. Wirausaha, menurutnya, menjadikan Umat Islam aktif dan tidak melulu bersikap konsumtif terhadap komoditas. Usaha itu akan membuat umat Islam di Indonesia dihormati bangsa lain di dunia.

Selama ini, ia melihat umat Islam di Indonesia selalu membanggakan dua hal yang telah ada sejak dahulu, yaitu jumlah sebagai mayoritas dan toleransi. Padahal, JK menilai umat Islam harus lebih dari itu. Mereka harus berkeinginan kuat mewujudkan kehidupan bangsa yang lebih baik.

JK mengatakan, Ormas Islam berkewajiban memakmurkan, memberi kebahagiaan, dan memajukan umat. Terlebih, umat Islam secara global tengah mengalami begitu banyak tantangan.

Ulama harus menumbuhkan semangat hidup Rasulullah bagi setiap Muslim. Ormas Islam yang ada di Indonesia selama ini memiliki peran besar. Mereka harus menggiatkan dakwah yang dapat membangkitkan semangat meningkatkan kemakmuran dan menguatkan kedaulatan bangsa.

Kondisi umat Islam, JK menilai, merupakan modal yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Mereka memiliki andil besar dalam menjaga kedamaian. Namun, JK berpesan agar setiap manusia di Indonesia memiliki pemahaman Islam bukan sekadar agama, melainkan cara hidup damai di dunia.

JK mengaku cukup bangga dengan toleransi yang diterapkan di Indonesia sejak lama. Indonesia merupakan negara yang memiliki libur hari raya keagamaan yang cukup. Masyarakat dari berbagai kelompok dapat saling mengapresiasi dan hidup berdampingan. Mereka menyerahkan kepada proses hukum jika ada pelanggaran pidana.

Wapres berharap, semangat hidup Rasulullah menjadi pembahasan dalam Muktamar III Wahdah Islamiyah. Dengan begitu, barulah Indonesia ia anggap bisa sejajar dengan bangsa besar di dunia, berdiri bersama dengan kemampuan dan kekuatan yang sama.

Wahdah Islamiyah, lanjut JK, harus berkontribusi dalam memperbaiki kondisi umat Islam di Indonesia, termasuk peran penting memajukan ekonomi. Sebab, kebahagiaan di dunia merupakan modal awal umat meraih kebahagiaan di akhirat.

Gerakan sejuta cinta

Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Muhammad Zaitun Rasmin, mengatakan, berbagai permasalahan bangsa akan berusaha dicarikan solusinya dalam Muktamar III Wahdah Islamiyah. Ia menegaskan, semua itu harus dilakukan Wahdah Islamiyah, semata-mata untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan Indonesia. "Sudah jadi tekad Wahdah Islamiyah kalau NKRI harga mati untuk kita pertahankan," kata Zaitun.

Selain itu, ia menjelaskan, gerakan sejuta cinta untuk Indonesia memang sengaja diluncurkan Wahdah Islamiyah. Harapannya, Muslim di Indonesia tidak lupa betapa pentingnya cinta. Menurut Zaitun, apa pun cobaan yang menantang tidak boleh mengurangi rasa cinta umat Islam terhadap Indonesia.

Zaitun menambahkan, umat Islam sebagai mayoritas di Indonesia memang memiliki tanggung jawab besar untuk mempertahankan NKRI. Seruan cinta untuk Indonesia itu pun seperti mengobarkan semangat ribuan peserta Muktamar III Wahdah Islamiyah. Mereka mengumandangkan takbir yang menggema di Asrama Haji Jakarta, "Allahu akbar."   rep: Wahyu Suryana, ed: Erdy Nasrul

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA