Saturday, 11 Safar 1440 / 20 October 2018

Saturday, 11 Safar 1440 / 20 October 2018

Israel Tuding Konferensi Prancis Dicurangi

Ahad 15 Jan 2017 16:00 WIB

Red:

NEW YORK -- Israel menyampaikan kekhawatiran terhadap langkah baru yang mungkin akan menjadi sebuah resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam Konferensi Perdamaian di Paris, Prancis. Bahkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding konferensi yang digelar pada 14 dan 15 Januari 2017 tentang konflik Israel dan Palestina itu dicurangi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengatakan, konferensi yang diselenggarakan di ibu kota Prancis itu hanya membela kepentingan Palestina. Ia dipastikan tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Ini sebuah konferensi yang dicurangi, khususnya oleh Palestina dalam naungan Israel yang sebenarnya mengadopsi sikap anti-Israel, jelas Netanyahu seperti disebut dalam Times of Israel, Sabtu (14/1).

Duta Besar Israel untuk PBB Danny Dannon juga mengatakan, ada upaya mempromosikan sejumlah inisiatif yang bakal diambil Dewan Keamanan (DK) PBB. Hal ini bisa terjadi, terutama pada saat pergantian pemerintahan di negara anggota DK PBB, Amerika Serikat (AS). Kami menyaksikan upaya untuk mempromosikan langkah-langkah anti-Israel terhadap DK PBB, ujar Danon dalam sebuah pernyataan.

DK PBB akan mengadakan pertemuan pada Selasa (17/1) untuk membahas konflik Israel dan Palestina. Ini adalah pertama kalinya dilakukan sejak resolusi sebelumnya diadopsi tentang tuntutan penghentian pembangunan permukiman di wilayah Palestina oleh Israel.

Sementara, kepala DK PBB bulan ini, Duta Besar Swedia untuk PBB Olof Skoog mengatakan, tidak ada rencana, termasuk resolusi, yang mungkin dilakukan dalam waktu dekat ini. Ia mengatakan, pihaknya akan fokus dalam Konferensi Paris. "Semua akan dilihat setelah ini karena kami memiliki jadwal utama, yaitu Konferensi Paris," kata Skoog.

Konferensi Paris diadakan dengan tujuan menghidupkan kembali proses perdamaian Israel dan Palestina yang selama ini terus meredup. Banyak negara yang khawatir dengan pergantian presiden baru AS, Donald Trump, yang justru membuat upaya itu sia-sia.

Trump pernah mengatakan saat kampanye tentang niatnya menjadikan Yerusalem, yang selama ini dipersengketakan Israel dan Palestina, sebagai ibu kota Israel.

Setidaknya ada 70 negara dan organisasi internasional yang menghadiri Konferensi Paris, termasuk lndonesia. Pertemuan tepatnya berlangsung pada Ahad (15/1). Pertama kalinya konferensi Paris digelar pada tahun lalu yang diadakan untuk menegaskan kembali dukungan terhadap solusi perdamaian Israel dan Palestina.

Dalam konferensi itu, Indonesia akan menegaskan kembali sikap negara ini untuk mendorong penghentian kekerasan dan pembangunan permukiman Israel. Indonesia juga meminta dibentuknya time table secara konkret untuk mencapai kesepakatan.

Selain itu, Indonesia juga akan memberi bantuan kepada Palestina dalam mempersiapkan diri saat wilayah itu secara resmi mendapat kemerdekaan sebagai negara sah.

Delegasi Tanah Air yang hadir dalam pertemuan ini adalah Wakil Menteri Luar Negeri A M Fachir. Tema utama dalam konferensi damai di Paris adalah memberikan insentif kepada Palestina dan Israel untuk mendorong terbentuknya solusi dua negara, kata Arrmanatha, Jumat (13/1).      rep: Puti Almas, ed: Dewi Mardiani

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA