Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Tren Baru Proyektor Ramah Lingkungan

Kamis 12 May 2016 14:00 WIB

Red:

Siapa menyangka, konsumsi listrik besar di institusi pemerintahan, perkantoran, kampus, atau sekolah salah satunya datang dari penggunaan proyektor. Penggunaannya biasanya mencapai enam sampai delapan jam sehari.

Proyektor standar biasanya memiliki daya konsumsi 287 Watt. Sementara untuk tipe hibrid proyektor bisa mencapai 460 watt. Karena menggunakan konsumsi listrik yang besar, hal ini tentu berujung pula pada bertambahnya biaya.

Penggunaan proyektor hemat energi dan ramah lingkungan sudah mulai diadaptasi di beberapa negara. "Proyektor hemat energi akan menjadi tren di masa mendatang," kata Product Marketing Specialist (Regional) Casio Singapore Dasmond Gay, di Jakarta, Rabu (11/5).

Bahkan di Singapura, pemerintah sudah mendukung dan mengimbau dunia usaha untuk memanfaatkan proyektor ramah lingkungan. Tren proyektor hibrid ramah lingkungan akan diadaptasi banyak negara di Asia.

Selain bisa menekan biaya penggunaan dan konsumsi listrik, proyektor juga lebih tahan lama. Sejak bermain pada lini proyektor, Casio selalu mengedepankan inovasi dan teknologi terbaru.

Berdasarkan survei Futuresource Consulting Ltd terhadap produksi proyektor berteknologi SSI (solid state illumination) oleh produsen dari Januari sampai Desember 2014, pasar proyektor laser dan LED hibrid mencapai 73 persen. Angka tersebut tergolong besar dari pasar proyektor standar.

Proyektor laser dan LED hibrid biasanya menawarkan kecerahan gambar lebih tajam. Casio sudah menggarap pasar tersebut sejak lama.

Bahkan teknologi proyektornya tidak lagi menggunakan lampu merkuri sehingga tingkat kecerahan mencapai lebih dari 2.500 lumen. Kualitas proyektor laser dan LED hibrid Casio semua diproduksi di Yamagata Premium Production Line milik Casio di Jepang.

Semua proyektor yang didistribusikan ke seluruh dunia merupakan buatan Jepang, bukan produksi dari negara lain. Untuk membuatnya hemat energi Casio mengembangkan dua laser, yakni blue dan red laser. "Proyektor lain biasanya hanya memiliki blue laser saja,"  jelas Dasmond.

Blue laser membuat konsumsi listrik sangat besar. Casio kemudian meredamnya dengan red laser sehingga penggunaan listrik bisa ditekan. Dalam satu rangkaian proyektor letak laser biru dan merah berdekatan karena akan bekerja bersamaan saat dioperasikan.

Hemat energi juga terjadi karena proyektor dibuat tahan panas. Casio membuat rangkanya dengan tiga bagian, yakni light source block, optical block, dan power supply block.

Blok tersebut dibuat terstruktur tahan debu (dust resistance). Tujuannya, melindungi optik dari partikel debu sehingga lebih memastikan kecerahan proyeksi yang tahan lama.

Blok juga mempermudah pengguna saat harus memperbaiki proyektor bila terjadi kerusakan. Cukup mengambil bagian yang rusak saja, seperti membongkar pasang puzzle.

Proyektor juga berdesain lamp free, yakni menggunakan sumber cahaya hibrid berupa laser dan LED. Hal tersebut membuatnya tidak membuang emisi karbondioksida dan merkuri ke atmosfer bumi.

Model terbaru Seri Core ini terdiri dari empat tipe, yakni XJ-V2, XJ-V100W, XJ-V110W, dan XJ10X. Sementara Seri Advanced terdiri dari model XJ-F210WN, XJ-F100W, XJ-F20XN, dan XJ-F10XN.

Baik seri Core atau Advanced memiliki kesamaan dari segi teknologi. Hanya saja Advanced lebih unggul dari segi desain dan tombol akses. Menghidupkan dan mematikan proyektor hanya membutuhkan waktu lima detik.

Keputusan Casio memilih Datascrip didasari target pasar yang jelas dan strategi marketing kuat. "Distribusi proyektor akan mencakup segala segmen," kata Divison Manager Datascrip, Jeremy Hermanto.

Tidak hanya sebatas institusi perusahaan saja tapi juga ke sekolah dan gedung pertemuan. Pasar proyektor di Indonesia, khususnya proyektor hibrid, akan jauh lebih besar ketika tren proyektor ramah lingkungan sudah mulai diterapkan.

Pengguna proyektor menjadi lebih mudah karena tidak perlu mengganti lampu (laser) lebih sering. Biasanya lampu diganti sekitar empat sampai enam ribu jam pemakaiannya. Casio baru merekomendasi penggantian setelah penggunaan 20 ribu jam.

Datascrip juga memberikan kemudahan dari segi servis di seluruh Indonesia. Termasuk garansi lampu yang diberikan selama tiga tahun.   rep: Nora Azizah, ed: Setyanavidita Livikacansera 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA