Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Kriteria Lokasi Usaha Restoran agar Tetap Hidup

Rabu 14 Mar 2012 16:41 WIB

Red: Miftahul Falah

Restoran (ilustrasi)

Restoran (ilustrasi)

Foto: wikipedia

Pertanyaan:

Saya dan istri sedang memperhitungkan pembukaan usaha makanan, karena istri saya memang jago memasak yang enak. Karena itu, telah terlintas untuk membuka restoran kecil agar bisa dikelola. Tetapi, kami masih terlalu bimbang karena pemilihan lokasi. Dalam kriteria yang seperti apa ya, Pak, lokasi bagi usaha restoran bisa hidup? Mohon dibantu agar saya dapat segera mengambil keputusan, Pak. Salam.

Tanto Sugiarto, Semarang - 28 tahun

Jawaban:

Salam untuk Pak Tanto, semoga tetap selalu bersemangat dalam membangkitkan gairah kewirausahaan. Terkait dengan pertanyaan yang diajukan, maka memang perlu pencermatan yang sesuai dalam penentuan lokasi usaha. Sehingga, rintisan bisnis yang dimulai dapat segera berkembang sesuai dengan harapan, tentunya.

Sebelum sampai ke kriteria terkait penentuan lokasi, maka perlu dirumuskan segmentasi sasaran yang akan menjadi target customer:

1) Jenis menu yang akan ditawarkan, apakah spesifik dengan kekhususan, atau menu umum?

2) Apakah akan dibuat dalam level restoran, atau cukup setingkat warung makan?

Kedua pertanyaan tersebut, akan mewakili dua aspek mix marketing yakni Product dan Price yang saling berkaitan dengan besaran modal awal usaha yang harus dipersiapkan. Kemudian, tentunya perlu dievaluasi dua aspek mix marketing yang lain, yakni Place dan Promotion sebagai bagian tidak terpisahkan dalam mekanisme pemasaran produk.

Bisa saja misalnya, karena kendala modal usaha maka mekanisme pemasaran dilakukan secara online, dengan pola distribusi "based on order". Kemudian, dilakukan delivery ke pelanggan. Contohnya: Penyediaan makanan katering rumahan dalam sebuah kompleks.

Ataupun, karena design product merupakan makanan yang tahan lama, maka tidak perlu membuka outlet restoran. Sehingga, hanya perlu melakukan konsinyasi (titip jual) melalui tempat/ outlet makanan yang telah ada. Biasanya cocok untuk jenis makanan spesifik dengan menu seragam. Contohnya: produk keripik balado teri, dipajang dalam pack plastik pada sebuah warung nasi.

Dapat pula bekerjasama bagi hasil dengan pemilik restoran yang telah ada, untuk mereduksi biaya atas lokasi usaha di awal. Bentuk ini dapat dilakukan, bila jenis produknya komplementer dengan produk restoran awal. Contohnya: outlet sate padang ada di depan sebuah restoran padang.

Namun, bila kemudian produk yang dibuat ternyata beragam dengan jenis makanan yang variatif, memang pada tahapan tersebut dibutuhkan pembukaan outlet yang dikelola sendiri. Beberapa saran terkait dengan penentuan lokasi ialah sebagai berikut:

1. Aksesibilitas; Agar dapat dijangkau, tentu sebuah outlet restoran perlu memiliki kemudahan untuk dikunjungi.

2. Lingkungan; Untuk sebuah tempat makan, kebersihan tentu menjadi hal terpenting, sehingga perlu dilihat aspek kebersihan lingkungan sekitar.

3. Potensi Jumlah Customer; Dalam hal ini, perlu dapat diestimasi jumlah penduduk, atau kepadatan jalur transportasi, sehingga dapat diprediksi jumlah potensial target.

4. Pesaing Terdekat; Perlu diobservasi dalam radius berdekatan, apakah telah terdapat pelaku jenis usaha yang serupa? Karena, bila lokasi sudah terlalu padat dengan pesaing, tentu lebih baik mencari lokasi baru yang potensial.

Demikian, Pak, yang dapat kami sarankan. Semoga usahanya dapat segera beroperasi dan mendapatkan hasil terbaik. Salam Entrepreneur.

Ery Kasman, SE, MSi 

Direktur Entrepreneur Institute

Rubrik konsultasi ini bekerja sama dengan Entrepreneur Institute.

Kirimkan pertanyaan ke: wirausaha@rol.republika.co.id

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA