Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Ikan Asin Sebabkan Kanker?

Rabu 26 Feb 2014 09:01 WIB

Red: Indira Rezkisari

Ikan Asin Sebabkan Kanker?

<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]-->REPUBLIKA.CO.ID, Dok, saya penikmat ikan asin dan sungguh menikmatinya sebagai pengisi perut. Tetapi sekarang saya sering sakit leher setelah memakan ikan asin. Apa benar ikan asin dapat menyebabkan kanker, dok?

Budi (36 tahun)

Jakarta

 

Jawaban:

Salam untuk Pak Budi, wah sebagai penikmat makanan ikan yang diasinkan tentu saja bukanlah sebuah kesalahan. Namun, dalam hal ini perlu dengan bijak melakukan konsumsi jenis makanan tersebut. Ikan asin dapat berpotensi menjadi penyebab terjadinya kanker.

Berhati-hati bila kita terlalu sering makan ikan asin dengan nasi panas. Konsumsi dalam jumlah berlebih dan terus menerus dalam kuantitas yang banyak tentu akan memiliki dampak kesehatan. Tidak dipungkiri kenikmatan makanan tersebut, plus bila kemudian ditambah dengan sambal terasi bukan?

Namun dibalik kenikmatan itu, ada ancamannya, karena jika keseringan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker nasofaring. Di mana kanker nasofaring (KNF) adalah jenis kanker yang tumbuh pada nasofaring (rongga di belakang hidung, di belakang langit-langit mulut). Kanker ini sulit untuk dideteksi pada tahap awal karena gejalanya menyerupai penyakit lain.

Ikan asin mengandung nitrosamin yang merupakan karsinogen (zat pemicu kanker). Ini karena dalam proses pengasinan dan penjemurannya, sinar matahari bereaksi dengan nitrit pada daging ikan sehingga membentuk senyawa nitrosamin yang memicu pertumbuhan sel-sel kanker.

Apalagi jika kekebalan tubuh rendah. Maka itu anak-anak disarankan tidak mengonsumsi ikan asin karena kekebalan tubuhnya masih rendah. Jika dari kecil sudah sering makan ikan asin maka ketika dewasa lebih rentan terkena kanker nasofaring. Garam sendiri, merupakan salah satu makanan yang dapat menaikkan tekanan darah dan juga memicu atau meningkatkan risiko kanker.

Demikian yang dapat disampaikan Pak Budi. Sebaiknya lakukan pola konsumsi sehat dengan mengatur jumlah asupan dan jenis asupan sehat yang mndukung kualitas kesehatan diri kita.

Salam Sehat.

dr Selfiyanti B, SpTHT-KL

Spesialis THT di RS Meilia Cibubur

 

 

Kolom Dokter Kita diasuh oleh RS.Meilia Cibubur
Kirim pertanyaan Anda ke email : kesehatan@rol.republika.co.id

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA