Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Mengapa Erdogan Justru Menang di Wilayah Kurdi?

Kamis 18 Apr 2019 07:12 WIB

Red: Joko Sadewo

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Foto: AP Photo/Emrah Gurel
Sejarah menunjukkan bahwa orang-orang Kurdi adalah para pejuang Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Teuku Zulkhairi, Dosen UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

AK Party atau AKP (Adalet ve Kalkınma Partisi) pimpinan Receb Thayeb Erdogan meskipun kalah di Ankara dan kemungkinan di Istanbul, namun berhasil menang secara nasional dengan izin Allah SWT. AKP meraih banyak kursi gubernur dan wali kota di berbagai kota metropolitan di seluruh Turki. Perbandingannya, AKP meraih 15 kursi walikota metropolitan, 25 kursi Gubernur dan 534 kursi Bupati.

Sementara Partai CHP (Cumhuriyet Halk Partisi), sebuah partai warisan Kemal Attaturk yang dulu merubah adzan ke dalam bahasa latin dan melarang jilbab muslimah serta melarang pengajaran Alquran di sekolah-sekolah, partai ini meraih 11 kursi wali kota Metropolitan, 10 kursi Gubernur dan 191 kursi wali kota di seluruh Turki. Partai sekuler di Turki masih cukup kuat tentunya.

Kira-kira begitulah hasil sementara dua partai besar di Turki ini yang dapat kita amati di situs KPU-nya Turki atau di media-media Turki terkemuka Turki seperti Anadolu Agency, Yeni Safak dan Daily Sabah. Sementara partai besar lainnya, yaitu MHP (Milliyetçi Çalışma Partisi) yang merupakan partai koalisi AKP, meraih 1 kursi walikota metropolitan, 10 kursi Gubernur dan 145 kursi Bupati.

Yang paling menarik adalah pertanyaan sebagaimana judul tulisan di atas, "bagaimana Erdogan yang memerangi PKK tapi menang di wilayah Kurdi?"

PKK (Partai Pekerja Kurdistan) adalah organisasi teror yang puluhan tahun memerangi pemerintahan Turki. Mereka ingin mendirikan negara sendiri di wilayah tenggara Turki yang didominasi suku Kurdi. Mereka juga bekerjasama dengan sejumlah negara asing dalam melancarkan perangnya terhadap Pemerintahan Turki.

Secara ideologi, PKK berideologi komunis. Sementara muslim Kurdi umumnya bermazhab Sunni seperti halnya Erdogan.

Dan PKK ini memiliki hubungan yang sangat akrab dengan Partai HDP (Peoples' Democratic Party), partai berbasis Kurdi yang merupakan partai salah satu besar lainnya. Setidaknya keakraban mereka ini terjadi di sejumlah wilayah di tenggara Turki sebagaimana diberitakan sejumlah media.

Nah, dalam Pemilu Lokal Turki beberapa waktu lalu, beberapa wilayah Kurdi justru dimenangkan oleh AKP. Sementara HDP yang memiliki hubungan dengan PKK kalah telak di sejumlah propinsi Kurdi. Seperti Provinsi Sanliurfa, Gaziantep, Kilis, Sirnak dan banyak wilayah lainnya. Tentu ini menjadi menarik mencermati jalan pikiran dan dukungan politik orang Kurdi dalam pemilihan lokal yang baru berlangsung.

Kembali ke pertanyaan dalam judul tulisan di atas, bagaimana Erdogan yang "memerangi" teroris PKK yang notabenenya orang-orang Kurdi namun partainya Erdogan berhasil secara meyakinnkan memenangi Pemilu Lokal di sejumlah besar wilayah Kurdi?

Erdogan Tidak Memusuhi Kurdi

Pertama, Erdogan dan para pejabat partainya telah secara serius membangun wilayah-wilayah Kurdi. Mereka membangun infrastruktur air minum. Infrastruktur air limbah dan sanitasi juga telah diperbaiki dengan infrastruktur baru.

Pekerjaan konstruksi yang luas dilakukan untuk menghidupkan kembali provinsi-provinsi tenggara yang dirusak PKK. Infrastruktur lama diabaikan sepenuhnya diperbarui, jalan baru dan fasilitas sosial dibangun sementara ruang hijau meningkat. Utang pemerintah kota untuk bisnis lokal dibayar. Sementara sekolah, bangunan publik, dan bangunan lain yang rusak akibat ulah PKK juga diperbaiki.

Kedua, sejarah menunjukkan bahwa orang-orang Kurdi adalah para pejuang Islam. Dari "rahim" Kurdi pernah lahir pejuang Islam yang tangguh seperti Sultan Shalahuddin Al Ayyubi yang berhasil merebut kembali Yerussalem dari kaum Salibis.

Dan sejarah keberpihakan Kurdi kepada Islam ini, hari ini sejatinya sedang dilanjutkan oleh Receb Thayeb Erdogan dan Partainya, AKP. Kita menyaksikan bagaimana Erdogan berpihak kepada rakyat Palestina yang dijajah Israel. Bagaimana Erdogan sangat bercita-cita membebaskan Yerussalem. Kita juga menyaksikan bagaimana Turki yang dipimpin Erdogan menyelamatkan banyak muslim yang lari dari konflik Suriah.

Orang-orang Kurdi di Provinsi Kilis dan lainnya bahu membahu dengan pemerintah Turki merawat pengungsi Suriah yang lari dari kekejaman ISIS dan Bassar Assad. Bahkan tentara Turki juga masuk ke Jarablus dan Afrin dalam wilayah Suriah untuk menghajar ISIS sehingga para pengungsi Suriah yang lari ke Turki dapat kembali lagi ke kampung halaman mereka ini.

Realitas ini barangkali telah menyadarkan warga Kurdi, bahwa Erdogan yang membangun Turki dengan semangat Islam telah berjuang keras untuk memenuhi harapan warga Kurdi dan dunia Islam. Bahwa perang yang dilancarkan Erdogan kepada PKK adalah perang melawan distablitas. Perang melawan terorisme. Perang melawan spionase asing yang berusaha mengobok-obok soliditas bangsa Turki dan gerakan kebangkitannya sejak dua dekade yang lalu.

Maka dalam pemilu Lokal Turki, meskipun Erdogan sedang melancarkan perang melawan PKK, namun Partai pimpinan Erdogan justru berhasil menang besar di sejumlah wilayah basis Kurdi yaang tadinya dikuasai HDP, sebuah partai yang dicurigai berafiliasi dengan PKK.

PKK seharusnya tidak perlu lagi memerangi pemerintahan Turki yang dipimpin Erdogan. Sebab, jika dulu orang-orang Kurdi marah atas kejatuhan Daulah Utsmaniyah oleh Mustafa Kamal Attaturk, sehingga mereka melancarkan peperangan bersenjata, namun kini Erdogan justru sedang memperjuangkan apa yang dulu dirindukan orang-orang Kurdi berupa keadilan pembangunan dan keberpihakan kepada Islam.

Erdogan dengan AKPnya saat ini di pusat kota Turki justru sedang berhadap-hadapan dengan anak cucu dan para pengiku Mustafa Kamal Attaturk yang disokong sepenuhnya oleh negara-negara Barat yang “tidak pernah” berkedip bulu matanya menanti kapan saatnya Erdogan dan AKP jatuh.

Bahkan mereka bukan hanya menunggu, namun juga melakukan sejumlah upaya merongrong pemerintahan Erdogan yang Islamis seperti lewat jalur kudeta militer yang mereka dukung dan juga perang ekonomi yang dilakukan para spekulan mata uang.

Maka sudah saatnya orang-orang Kurdi bahu membahu sepenuhnya dengan Erdogan dalam meniti kejayaaan dan kebangkitan bangsa Turki. Termasuk untuk meniti kembali pembebasan Yerussalem bersama umat Islam sedunia, seperti dulu kakek moyang mereka Sultan Shalahuddin Al Ayyubi melakukannya.

Apalagi, saat ini dua kota besar Turki, Istanbul dan Ankara dipastikan akan jatuh ke tangan para penerus Mustafa Kamal Attaturk yang bernaung dalam Partai CHP. Kemenangan yang disinyalir banyak kalangan terjadi karena besarnya dukungan Barat kepada mereka untuk melawan pemerintahan Erdogan yang Islamis.

Jika masyarakat di Istanbul dan Ankara mulai meninggalkan Erdogan dan berpaling ke Barat, maka sudah saatnya orang-orang Kurdi berdiri di belakang Erdogan sepenuhnya menyokong kebangkitan bangsa Turki. Bagaimanapun, Turki memiliki sejarah yang agung yang pernah menguasai daratan Asia, Afrika hingga Eropa. Dan Kurdi adalah bagian penting dari sejarah tersebut. Wallahu a’lam bishshawab.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA