Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Kisah Mencoblos di TPS 124 Meruya Utara: Kerja KPU Buruk?

Rabu 17 Apr 2019 10:23 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Suana pencoblosan di TPS 124, Meruya Utara, Jakarta Barat.

Suana pencoblosan di TPS 124, Meruya Utara, Jakarta Barat.

Foto: Ilham Bintang
Ternyata masih banyak kendala dalam pelaksanaan pemilu kali ini.

Oleh: Ilham Bintang, Jurnalis Senior Ketua Dewan Etik PWI Pusat.

Kerja KPU yang sejak lama dikeluhkan masyarakat, terkonfirmasi atau terbukti di hari pencoblosan, Rabu (17/4) pagi. Setidaknya terjadi di TPS 124, Meruya Utara, Jakarta Barat. Tidak ada kertas pemandu bagi warga di TPS, seperti yang dijanjikan. Yang di tempel di dinding hanya DPT. Warga banyak yang kebingungan mau memilih siapa di empat lembar kertas suara. Yang mereka tahu, hanya paslon 01 & 02.

Maka, petugas di sana mencoba membantu dengan menginformasikan mengenai hak warga untuk mencoblos pilihan di empat kertas: Presiden, Caleg DPR-RI, DPRD DKI, dan DPD. Sekali-sekali mereka umumkan lewat pengeras suara. Namun, kualitas pengeras suara tak memadai, berdengung di dalam ruangan.

Andhika, petugas di sana memahami jika warga kebingungan. Dia juga prihatin dan menyesalkan kertas suara pemandu tak dikirim KPU. Sebab tidak hanya merugikan warga tetapi juga merugikan para caleg yang sudah bertahun- tahun kerja politik, habis waktu, dan habis uang tapi tidak ada respon dari masyarakat.

“ Kami sudah minta kepada panitia, berkali-kali dari kemarin, tapi sampai sekarang belum dikirim,” aku Andhika, petugas di sana.

Ini jelas mengkonfirmasi banyak kejadian akibat kerja buruk KPU. Baik di dalam negeri, lebih- lebih di luar negeri, seperti yang banyak diberitakan media. Satu contoh di Malaysia yang menjadi skandal nasional. Dan, dampaknya memalukan Indonesia di mata dunia. Puluhan suara dirampok untuk dicoblos para begundal politik, yang entah siapa.

Dalam hal tersebut, celakanya, KPU sendiri mengaku mengalami kendala untuk mengakses ke Polisi Diraja Malaysia yang menangani kasus itu. Jangan itu, menanyai Dubes RI di Malaysia, Rusdi Kirana, tidak kedengaran dikakukan. Padahal, skandal pencoblosan itu terkait dengan caleg atas nama putera Dubes, sekalian partainya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA