Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Menggagas Industri Peternakan Modern dan Profesional

Rabu 20 Mar 2019 11:31 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Andang S Indartono

Andang S Indartono

Foto: Dokumentasi pribadi
Tantangan ke depan industri peternakan nasional harus dikelola modern dan profesional

Oleh: Andang S Indartono*

Dinamika industri peternakan di Indonesia terus bergerak maju, terlebih makin bertambahnya jumlah penduduk yang menuntut pula adanya kecukupan gizi asal ternak seperti susu, daging dan telur. Melihat fakta tersebut, Indonesia dipandang masyarakat dunia sebagai pasar yang besar untuk produk mereka.

Namun jika melihat potensi peternakan domestik, sebenarnya Indonesia mampu memenuhi kebutuhan konsumsi produk hasil ternak dari dalam negeri sendiri, tanpa harus impor. Bahkan khusus untuk produk hasil unggas dan olahannya seperti sosis, nugget, dan bakso ayam, bisa melakukan ekspor ke berbagai negara.

Tantangan ke depan adalah, industri peternakan nasional, terutama usaha budidaya unggas, harus dikelola secara modern dan profesional. Pengelolaan secara modern di sini adalah tentang cara meningkatkan produktivitas dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar. Sementara pengelolaan secara profesional adalah aktifitas yang mengacu pada pemanfaatan ilmu dan teknologi pada pengolahan bahan baku menjadi suatu produk yang diinginkan pasar.

Karena berhubungan erat dengan penerapan ilmu dan teknologi dengan segala konsekuensinya, maka industri peternakan modern sudah harus dapat dikelola sumber daya manusia yang memiliki keahlian khusus di bidangnya, dengan pendidikan minimal lulusan perguruan tinggi, atau profesional di bidang peternakan yang telah memiliki sertifikat sesuai kompetensinya. Kalau industri peternakan modern dapat diwujudkan dengan penggerak para SDM yang mumpuni, maka bidang peternakan sebagai pilar penting dalam industri andalan pangan, dapat turut menopang ketahanan pangan nasional, mampu mencukupi kebutuhan protein hewani masyarakat, yaitu daging, telur dan susu.

Industri peternakan modern dalam beberapa tahun ke depan akan lebih banyak digerakkan para profesional muda yang memiliki penguasaan ilmu dan teknologi seputar peternakan modern. Mereka akan lebih banyak berada di areal pedesaan di berbagai daerah di Indonesia, wilayah yang memang cocok untuk dilakukannya budidaya peternakan secara lebih leluasa untuk dikembangkan secara lebih luas. Modernisasi oleh para profesional di bidang peternakan di pedesaan itu akan menjadi suatu penyegaran bagi kota-kota kecil atau desa-desa, sekaligus menjadi penggerak ekonomi pedesaan.

Modernisasi budidaya peternakan sekaligus merupakan menjadi salah satu cara untuk mengendalikan urbanisasi para tenaga muda pedesaan, untuk tetap berkarya di kampung halamannya masing-masing. Setelah menempuh pendidikan tinggi peternakan atau setelah mendapat keahlian khusus di bidang peternakan yang diraih di perkotaan misalnya, maka setelah itu para tenaga muda profesional tersebut akan dapat kembali ke desanya untuk membangun dan menerapkan keilmuannya di sektor peternakan di kampung halamannya.

Desa yang seperti ini bahkan dapat menjadi magnet bagi generasi muda yang sebelumnya banyak merantau ke perkotaan atau bahkan ke negara lain, untuk kembali ke desanya. Mereka akan berlomba-lomba membangun desanya sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing.

Gagasan yang diuraikan tersebut, bukan untuk mendorong usaha budidaya peternakan modern di pedesaan dengan cara menghadirkan para tenaga ahli atau profesional dari luar daerah, melainkan membangun usaha peternakan di desa secara modern dan profesional, yang digerakkan oleh sebagian besar masyarakat di desa itu. Pembangunan usaha peternakan di pedesaaan itu tentu saja tidak semata-mata berbentuk fisik fasilitas budidaya peternakan yang modern, tetapi yang lebih penting adalah membangun penduduk pedesaan untuk bersikap dan berpikiran modern dalam melakukan aktifitas usaha peternakan. Dan yang potensial untuk dapat menjadi perintis modernisasi usaha peternakan di pedesaaan ini adalah para generasi muda lulusan perguruan tinggi peternakan, yang telah dibekali cukup ilmu dan teknologi seputar peternakan.

Desa yang modern dan profesional tersebut akan dapat menjadikan daerahnya sebagai penopang penting dalam hal ketahanan pangan dari sisi pemenuhan protein hewani baik daging, telur maupun susu, dengan nuansa pedesaan yang bersikap maju dan mandiri. Para pelaku usaha budidaya peternakan di pedesaan yang modern dan profesional, akan menjadi mesin penggerak perkembangan ekonomi daerah, dengan tetap menjaga keserasian, keseimbangan, dan sinergisitas antara tuntutan pertumbuhan ekonomi dan keseimbangan lingkungan.

*) Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA