Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Sebuah Panggilan untuk Indonesia

Selasa 09 Okt 2018 09:52 WIB

Red: Elba Damhuri

Hukuman Mati/ilustrasi

Foto:
Zulfiqar Ali nyaris dieksekusi mati padahal dia tidak bersalah

Pengakuan Timothy diperoleh di bawah tekanan, sama seperti Ali. Tiga tahun setelah eksekusi Timothy, pemilik rumah yang ditempati Timothy dan keluarganya, mengaku bahwa ia telah membunuh keluarga Timothy dan empat perempuan lainnya.

Seorang pria tak bersalah, yaitu Timothy Evans, telah dibunuh atas kejahatan yang tidak dilakukannya. Protes keras dan debat publik menghasilkan sebuah moratorium penggunaan hukuman mati di Inggris pada 1965.

Semenjak saat itu, tidak pernah ada lagi eksekusi mati di Inggris. Berdasarkan pengkajian putusan-putusan hukum, kami mengetahui saat ini bahwa apabila Inggris meneruskan penggunaan hukuman mati, akan ada puluhan orang tidak bersalah lainnya yang akan kehilangan nyawa mereka. Inggris secara resmi menghapuskan hukuman mati pada 1998.

Hari ini, lebih dari 142 negara di seluruh dunia telah menghentikan penggunaan hukuman mati. Negara-negara tersebut melakukan ini karena mereka tahu bahwa penerapan hukuman mati tidaklah efektif.

Riset dan pengalaman internasional dari negara-negara yang sebelumnya memberlakukan hukuman mati, menunjukkan kepada kita bahwa hal tersebut tidak mengurangi tingkat kejahatan. Tidak ada bukti yang mendukung gagasan bahwa hukuman mati memiliki efek jera.

Dan apabila disertai dengan risiko kesalahan dalam proses peradilan--baik di negara maju maupun negara berkembang, misal di Indonesia, Inggris, atau di mana pun--sangatlah jelas penggunaan hukuman mati menurunkan derajat kita sebagai manusia.

Dalam mengenang Zulfiqar Ali dan Timothy Evans serta ratusan lainnya yang bernasib sama di seluruh dunia, pada Hari Anti Hukuman Mati Sedunia ini, penulis menyerukan kepada Indonesia untuk bergabung bersama kami dan 142 negara lainnya di dunia untuk menghentikan kekejaman ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA