Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Menjaga Rupiah Agar Tetap Perkasa

Senin 10 Sep 2018 08:45 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan.

Obat kuat untuk rupiah.

Foto:
Peran BI dan pemerintah harus didukung seluruh rakyat dengan menggunakan rupiah.

Ketiga, ekspor impor. Ketersediaan dolar meningkat ditopang dari ekspor namun belum signifikan, sementara permintaan dolar untuk impor menunjukkan peningkatan. Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2018 memperlihatkan neraca perdagangan sempat mencatatkan surplus mencapai 1 miliar dolar AS. Surplus yang diterima dapat lebih besar apabila ekspor dapat dinaikkan lebih tinggi lagi terutama ke negara-negara mitra dagang utama seperti Cina, Australia, Malaysia, Singapura dan AS. Di antara komoditas ekspor yang dapat dimaksimalkan selain minyak dan gas, yakni kelapa sawit/CPO.

Indonesia sebagai salah satu eksportir utama CPO di dunia dengan pangsa pasar hampir 50 persen. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah dari produk CPO, sehingga mampu meningkatkan surplus perdagangan. Sementara itu penurunan ekspor terbesar yaitu ke Cina dipengaruhi perang dagang antara AS dan Cina yang menyebabkan ketidakpastian dalam melakukan impor dari negara lain.

Penurunan terjadi pada ekspor minyak mentah dan hasil minyak, tetapi ekspor gas tetap mengalami kenaikan pada posisi April 2018. Sedangkan impor menurut penggunaan barang didominasi golongan bahan baku sebesar 74,32 persen‎ pada April 2018. Impor bahan baku tersebut dinilai positif karena menandakan pelaku industri mulai percaya diri untuk menambah produksi.

photo

Rupiah kian keok dari dolar AS.

Hal ini diharapkan agar peningkatan produksi ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, Sektor pariwisata diupayakan lebih mendorong banyak turis datang ke Indonesia dan mendatangkan devisa. Menciptakan stabilitas politik dan keamanan dan bidang lain untuk memberi kepercayaan investor, wisatawan asing dan masyarakat harus digaungkan secara masif oleh Bank Indonesia, pemerintah dan segenap komponen bangsa, dan tidak sebaliknya.

Keempat, konsumsi masyarakat diupayakan tidak banyak mengkonsumsi impor atau banyak melakukan permintaan dan menggunakan dolar. Caranya? Dengan semakin mahalnya dolar membuat barang produksi dalam negeri akan semakin banyak diminati dan menjadi pilihan masyarakat.

Pilihan yang terbaik saat ini kalau membeli barang impor yang memberatkan dan mahal, mengapa tidak menggunakan atau membeli barang atau konsumsi dalam negeri. Tambah lagi kita sebagai bangsa Indonesia diharapkan mencintai produk sendiri. Hal lain yang perlu dijaga adalah konsumsi rumah tangga sangat sensitif terhadap kenaikan harga-harga seperti pangan. Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan tingkat inflasi masih cukup rendah dan optimistis dalam kondisi cukup terjaga.

Pada akhirnya, upaya dan kebijakan pemerintah untuk menjaga rupiah merupakan kebijakan publik yang perlu ditopang sikap bijaksana dari seluruh masyarakat sebagai bangsa Indonesia. Menyadari kebijakan ekonomi publik berangkat dari teori ekonomi yang selalu mengandung trade off dan tantangan. Semoga langkah dan upaya kita bersama dalam menjaga dan mencintai rupiah dapat meredam dan menenangkan gejolak rupiah.

*) Pemerhati Ekonomi

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA