Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Inspira

Optimisme dan Rasa Syukur

Selasa 27 Mar 2018 19:29 WIB

Red: Fernan Rahadi

Erik Hadi Saputra

Erik Hadi Saputra

Foto: dokpri
Orang hebat memiliki keyakinan sederhana dan cinta mendalam terhadap pekerjaannya

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Erik Hadi Saputra *)

Pembaca yang kreatif, motivasi adalah usaha yang diberikan oleh seorang sopir becak untuk mengayuh pedalnya, atau yang lebih akurat, sesuatu yang membuat sopir becak bersedia melakukan usaha itu. Para orang tua juga sudah tahu bahwa mereka tidak dapat memaksa anak remaja untuk termotivasi. 

Motivasi harus datang dari dalam diri sendiri. Motivasi berbeda dengan disiplin diri. Fasilitator SuperCamp, Jhon Le Tellier, mengatakan bahwa disiplin diri adalah melakukan sesuatu yang harus Anda lakukan meskipun Anda tidak ingin melakukannya. Sedangkan motivasi adalah sesuatu yang harus dilakukan ketika hal itu harus dilakukan, Anda ingin melakukannya, serta ada keinginan yang kuat di dalamnya.

Orang tua sering mengeluhkan bahwa putra-putri mereka tidak berupaya meraih potensi optimal yang mereka miliki. Mereka tahu kemampuan anak-anak mereka lebih dari itu, tetapi mereka tidak tahu cara memotivasi agar si anak terus mengejar potensinya. Untuk melakukannya, mereka membutuhkan komitmen untuk berusaha. Apakah yang sebenarnya membuat mereka termotivasi?

Pembaca yang kreatif, kita belajar dari Thomas Alfa Edison yang menerapkan seni keuletan atau ketekunan yang luar biasa untuk sukses. Ilmuwan hebat ini merupakan ahli strategi dalam mengatasi kegagalan. Ketika kehilangan sesuatu yang berarti dalam hidupnya, dia tidak menyesalinya secara berlebihan, bahkan terus melanjutkan keinginannya memberi yang terbaik untuk kehidupan manusia.

Edison berjuang melawan 10 ribu kegagalan sebelum menemukan lampu listrik. Kapan saja problem menghadangnya, dia akan berbaring dan tidur sebentar. Tidak lama setelah merasa segar, dia akan membuang pendekatannya terdahulu pada satu masalah dan mencoba pendekatan baru. Jika pendekatan baru ini terbukti gagal, Edison akan mengulanginya lagi. 

Dia berusaha tanpa kenal lelah mengatasi problem yang dihadapi dan yakin bahwa setiap kegagalan akan semakin mendekatkannya pada kesuksesan. Semakin banyak kegagalan, Edison meyakini, semakin banyak dia belajar apa yang tidak boleh dilakukan di kemudian hari.

Salah satu penderitaan terbesar Edison adalah kehilangan laboratoriumnya yang bernilai miliaran dolar ketika gedung itu dilalap api. Catatan-catatan penting terbakar dan peralatan berharga rusak. Selain itu Edison tidak memiliki asuransi bagi gedung yang terbakar itu. Rasa-rasanya penderitaan itu akan terlalu berat baginya jika melihat kerusakan yang terjadi. Tapi lain bagi Edison, yang dengan tegar menjawab, ”kita akan mulai membangunnya lagi besok”.

Edison memilih keuletan luar biasa; dia terus bertahan, dia tabah, hingga dia berhasil. Orang hebat ini memiliki keyakinan sederhana dan cinta mendalam terhadap pekerjaannya, tidak pernah membiarkan impian tulusnya sirna; eksperimennya sukses dan kita bersyukur dapat merasakannya sampai saat ini.

Pembaca yang kreatif, Seorang bijak pernah berkata, dalam situasi yang serba tidak menentu, satu hal yang tidak dapat berubah namun justru dapat mengubah dunia sekeliling kita adalah senyuman, perkataan, dan ungkapan syukur. Mengungkapkan rasa syukur menunjukkan kerendahan hati untuk menerima apa yang patut untuk diterima. 

Seorang Sufi pernah mengatakan bahwa salah satu indikator kualitas hubungan spritualitas seseorang dengan Tuhannya adalah ungkapan yang keluar dari mulut ketika setiap kali bangun pagi. Ada dua tipe manusia yang menghadapi pagi hari di saat bangun tidur. Manusia pertama berucap, ”Terima kasih ya Tuhan untuk pagi yang indah ini!”. Sedangkan tipe manusia kedua berkata ”Aduh, ya Tuhan. Kok sudah pagi lagi!”.

Deepak Chopra dalam bukunya Journey Into Healing mengatakan kesehatan tidak hanya berarti tidak adanya penyakit, tetapi kesehatan juga adalah kebahagiaan dan rasa syukur dari dalam, yang mengendap dalam waktu yang lama. Sehat dan sukses selalu.

 

*) Kaprodi S1 Ilmu Komunikasi dan Direktur Kehumasan & Urusan Internasional, Universitas AMIKOM Yogyakarta

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA