Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Muslim Cyber Army, Pilpres 2019, dan Ruang Gelap Medsos

Jumat 09 Mar 2018 10:31 WIB

Red: Elba Damhuri

Denny JA, konsultan politik/pendiri LSI

Denny JA, konsultan politik/pendiri LSI

Foto: Denny JA
Siapa bilang Cina dan Amerika tak berebut pengaruh di sini, di tahun politik?

REPUBLIKA.CO.ID  Oleh: Denny JA, Konsultan Politik/Pendiri LSI

Propaganda, ujar Eric Hoffer, bukan menipu masyarakat. Ia hanya membantu masyarakat untuk tertipu.

Eric Hoffer menceritakan kisah sukses propaganda pada tingkat paling cerdas. Ahli propaganda bisa menemukan impulse tersembunyi sebagian orang, memberinya simulasi, dan akhirnya bergerak militan membela atau menyerang hal sesuai dengan yang diinginkan sang dalang propaganda. Dalam banyak kasus, banyak orang tak sadar bahwa mereka bekerja dalam pengaruh proganda.

Itulah yang  kini tengah marak di dunia media sosial (medsos) Amerika Serikat. Betapa banyaknya ruang gelap di sana. Betapa banyaknya propaganda.

Betapa banyaknya akun, isu, dan pedebatan yang ternyata direkayasa. Bahkan keseluruhan kerja propaganda itu bisa mempengaruhi hasil akhir pemilu presiden yang memenangkan Donald Trump.

Indonesia harus juga mulai siaga. Ruang gelap sosial media di Amerika Serikat harus menjadi pembuka mata. Ternyata politik tingkat tinggi bisa begitu berbeda. Jika A menyerang B, itu tidak benar benar A menyerang B.

Bisa saja memang A menyerang B. Namun ternyata bisa pula pihak ketiga yang mengesankan A menyerang B. Atau bahkan B sendiri menciptakan situasi agar A seolah olah menyerang B.

Maraknya isu Muslim Cyber Army yang mulai membelah politik Indonesia harus pula mulai diantisipasi. Perlu pula dibuka kemungkinan bekerjanya ruang gelap, politik tingkat tinggi, dan kerja inteligen di balik isu itu.

                                                                           -000-

Reddit, sebuah website informasi yang lengkap dan berpengaruh. Alexa sebagai lembaga rating ternama menyatakan Reddit  itu website yang paling banyak dikunjungi no enam di tingkat dunia. Di Amerika Serikat ia bahkan rangking no empat.

Di bulan Febuari 2018 saja, ia dikunjungi oleh 542 juta visitors. Total warga yang mengunjunginya per bulan, 234 juta unique visitors.

Sekitar 57.4 persen pengunjung Reddit warga negara Amerika Serikat. Sekitar 40 persen pemilih Amerika setidaknya sekali dalam sebulan bersentuhan dengan Reddit.

Hari hari ini publik Amerika tercengang soal Reddit. Bahkan pengelola Reddit sendiri terpana.

The Guardian 6 Maret 2018 menurunkan berita investigatif. Betapa selama ini medium berpengaruh itu sudah disusupi propaganda yang dikendalikan Rusia untuk mempengaruhi hasil pemilu Amerika Serikat.

Ada ratusan akun di Reddit ternyata akun palsu belaka. Ketika dilacak, akun itu sangat dicurigai bagian dari kerja intelijen Rusia.

Kini isu soal bekerjanya jaringan intelijen dalam pembentukan opini di media sosial ramai diungkap. Tak kurang majalah ternama TIME menurunkan artikel: Inside Russia’s Social Media War on America.

Seorang ahli intelijen Amerika tercengang dan berkata: betapa tertinggalnya Amerika Serikat. Rusia sepuluh tahun lebih maju dibandingkan Amerika Serikat dalam hal menggunakan media sosial untuk mempengaruhi opini publik.

Sejak kemarin saya tengelam mendalami hasil riset dan investigasi permainan politik tingkat tinggi dalam ruang gelap media sosial. Permainan itu bekerja di empat tingkat. Untuk mempengaruhi pemilu presiden di Amerika Serikat, ini yang mereka kerjakan.

Pertama, menemukan isu yang paling bisa membantu kemenangan Trump dan citra buruk Hillary Clinton. Ditemukanlah aneka isu. Ada isu yang mencekam sebagian besar pemilih Amerika Serikat: ancaman Islam dan ketakutan akan terorisme.

Ada isu ancaman imigran baik dalam lapangan kerja domestik bagi warga Amerika ataupun kultur kekerasan yang mereka bawa. Ada isu skandal email Hillary Clinton ketika menjabat. Ada isu perselingkuhan suami Hillary Clinton. Ada isu LGBT.

Isu itu segera diubah menjadi senjata untuk diolah agar punya pengaruh elektoral yang signifikan.

Kedua, menemukan segmen masyarakat atau grup yang paling mudah dipengaruhi oleh isu tersebut. Program algoritma komputer sudah canggih dan sampai di level itu.

Maka masuklah kerja intelijen dalam jaringan virtual segmen pemilih yang rentan.  Bahkan jika jaringan virtual untuk itu belum terbentuk, kerja intelijen bisa membentuknya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA