Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Nabi, Madinah dan Pemakaman Baqi

Sabtu 02 Jul 2016 12:55 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Firdaus Memorial Park.

Foto:

Pemakaman Baqi menjadi saksi para sahabat-sahabat yang dikuburkan di sana. Suatu saat, Zainab –dalam beberapa riwayat Ruqayah- wafat. Para wanita menangisi kepergian putri Nabi tersebut. Hal ini membuat Umar geram, hingga melarang para wanita menangis dan mengancamnya. Tidak suka melihat Umar begitu keras, Rasul nan mulia menegur Umar. "Biarkanlah mereka, Umar!”

Lalu Rasul bersabda pada para wanita yang menangis.  “Jangan meraung seperti setan. Apa yang keluar dari mata dan hati, itu dari Allah dan wujud cinta, sementara yang keluar dari mulut dan tangan, itu dari setan.”

Di tepi kuburan saudaranya, Fatimah, putri Rasul yang lain tak dapat menahan haru. Bintik-bintik bening meleleh di pelupuk mata. Dengan penuh kasih, sang Nabi mengusap dengan ujung bajunya. Suatu saat, rasul pun mengalami hal yang sama dengan para manusia umumnya. Kini, putera satu-satunya, Ibrahim wafat.

Air mata itu mengalir deras di pipi Rasul nan mulia. Disekanya berkali-kali. Wajahnya tampak tegar, tapi matanya berkata bahwa Nabi pun manusia biasa. Usai dikuburkan di Baqi, nabi meratakan kuburannya, tanpa gundukan tanah. “Rasulullah memerintahkan kami meratakan kuburan,” kata Fadhalah Radhiyallahuanhu (HR Muslim).

Dengan tangannya sendiri, ia meratakan kuburannya, memercikan air, menaburkan tanah dengan dua tangan, meletakkan pasir, dan memberinya tanda. Rasul nan mulia bermaksud memberikan bimbingan pada sahabat, beliau bersabda,”Tanda memang tidak mendatangkan manfaat juga mudharat. Tetapi, ia dapat menyejukkan mata yang hidup. Lagi pula, bila seorang hamba mengerjakan sesuatu, Allah senang ia menyempurnakannya.”

Peristiwa penguburan Ibrahim di Baqi mengundang perhatian khusus dari para sahabat. Mereka mulai menebangi pohon-pohon liar, merapikan baqi hingga terlihat rapi. Membuat jarak antar pemakaman. Tiap kabilah mulai membuat kavling sendiri-sendiri, sehingga dengan begitu tiap orang yang meninggal dapat dikenali kuburannya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA