Kamis, 14 Rajab 1440 / 21 Maret 2019

Kamis, 14 Rajab 1440 / 21 Maret 2019

Arah Perbankan Syariah

Kamis 21 Feb 2019 07:27 WIB

Red: Elba Damhuri

Ilustrasi Ekonomi Syariah

Ilustrasi Ekonomi Syariah

Foto: Foto : MgRol112
Mengapa Muslim di Indonesia belum sepenuhnya hijrah ke perbankan syariah?

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Hudli Lazwardinur, Praktisi Perbankan Syariah

Pada 2019, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah (UUPS) genap berusia 11 tahun. Dengan lahirnya UUPS diharapkan kesadaran masyarakat untuk hijrah ke perbankan syariah membesar dan pangsa pasarnya pun meningkat signifikan.

Namun faktanya, sampai saat ini perbankan syariah belum mampu menembus 10 persen pangsa pasar perbankan nasional. Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia (SPI) per November 2018 yang dipublikasikan OJK total aset bank umum Rp 7.877.836 miliar.

Sedangkan menurut Statistik Perbankan Syariah (SPS) OJK per November 2018, total aset bank umum syariah dan unit usaha syariah Rp 451.201 miliar. Artinya, pangsa pasar BUS/UUS masih berkisar enam persen dari total pangsa pasar bank umum secara nasional.

Pangsa pasar yang masih di bawah 10 persen, menunjukkan ada masalah besar yang sedang dihadapi perbankan syariah di Indonesia. Ada apa gerangan? Bukankah mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim?

Mengapa masyarakat Muslim di Indonesia belum sepenuhnya hijrah ke perbankan syariah padahal sudah ada UUPS? Apakah UUPS belum mampu menyadarkan Muslim di Indonesia secara utuh? Atau perlu dilakukan revitalisasi total terhadap UUPS?

Paradigma

Bila dilihat dari sejarah pembentukan UUPS, ada pergeseran paradigma dari perbankan dengan bagi hasil ke perbankan syariah. Idealnya, perbankan dengan bagi hasil ataupun perbankan syariah namanya adalah perbankan Islam.

Mengapa? Karena prinsip perbankan bagi hasil dan perbankan syariah sumbernya dari ajaran agama Islam. Namun, karena nama Islam di Indonesia sangat sensitif dalam ranah politik hukum nasional maka nama perbankan Islam digeser menjadi perbankan syariah.

Pergeseran nama perbankan Islam menjadi perbankan syariah secara substansial, tidak ada perbedaan yang mendasar karena konsep perbankan Islam ataupun perbankan syariah sumbernya tetap dari prinsip-prinsip syariah dalam Alquran dan hadis.

Namun, bila nama perbankan Islam dan perbankan syariah diimplementasikan, paradigmanya akan beragam. Bila nama yang digunakan perbankan Islam, makna perbankan yang tecermin langsung merujuk konsep perbankan yang didasari ajaran Islam.

Di sisi lain, nama perbankan Islam sudah diakui secara global dalam frasa Islamic banking. Bila nama yang digunakan adalah perbankan syariah, makna perbankan yang tecermin adalah perbankan dengan prinsip syariah dari agama yang mana?

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA