Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Berdagang Isu HAM dalam Pilpres

Jumat 18 Jan 2019 17:40 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Suasana usai debat pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Jakarta, Kamis (17/1).

Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat debat pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Jakarta, Kamis (17/1).

Foto:
HAM digadaikan karena sekadar menjadi jualan (jaminan) ke rakyat.

Memosisikan Prabowo

Kelemahan terbesar Prabowo dalam kontestasi pilpres adalah soal isu HAM yakni kasus penculikan aktivis prodemokrasi pada 1998 yang masih hilang hingga saat ini. Kasus itu terus dieksploitasi pada momentum politik dan menghilang seiring usainya pilpres dan akan muncul kembali pada momen yang sama.

Hasil penyelidikan KPP HAM-Komnas HAM pada 30 Oktober 2006 disimpulkan adanya pelanggaran HAM berat berupa kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan, perampasan kemerdekaan, penyiksaan, penganiayaan dan penghilangan secara paksa yang sebagian dari perbuatan di atas dilakukan oleh kelompok tim mawar Kopassus di bawah kendali Prabowo. Ia akhirnya diputuskan bersalah oleh DKP dan diberhentikan dengan hormat dari dinas keprajuritan.

Namun kasus ini belum ada sidang pengadilan HAM yang memutuskan apakah Prabowo terlibat dan bersalah seperti yang distigmakan selama ini yang akhirnya menjadi liar ke mana-mana dan tanpa penyelesaian tuntas. Dilihat dari visi misi soal HAM pasangan Prabowo-Sandi, memang terkesan dihindari dan sama sekali tidak disinggung apalagi membangun strategi penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat.

Jika Prabowo memang bersih dan tidak terlibat dalam kasus penculikan mestinya diklarifikasi ke publik secara terbuka dan berani menghadapi serta mendorong persidangan pengadilan HAM tersebut. Semakin dia menghindari maka publik akhirnya bisa memercayai keterlibatannya.

*) Dosen Hukum Tata Negara UIN Alauddin, Makassar; Ketua PBHI 2007-2010.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA