Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

Lima Tahun BPJS Kesehatan

Selasa 15 Jan 2019 07:03 WIB

Red: Elba Damhuri

Nasihin Masha

Nasihin Masha

Foto: Republika/Daan
Kehebohan yang kini melanda BPJS Kesehatan berawal dari defisit dana jaminan sosial

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Nasihin Masha, Staf Ahli Direksi Bidang Komunikasi Publik BPJS Kesehatan

Mens sana in corpore sano. Ini pepatah dari bahasa Latin. Artinya, pikiran yang sehat bersemayam di tubuh yang sehat. Orang sering mengartikan mens dengan jiwa, padahal dalam bahasa Latin jiwa adalah anima.

Dalam bahasa Inggris, kata mens berpadanan dengan mind--bahasa-bahasa di Benua Eropa memang dari satu akar, sehingga banyak kata memiliki kemiripan bunyi. Namun, untuk pemahaman umum, kata mens dimaknai sebagai jiwa tak terlalu melenceng.

Alasannya, pikiran dan jiwa unsur inner manusia, apalagi jika dikontraskan dengan badan wadag alias tubuh (corpore) yang merupakan aspek luar manusia. Pepatah Latin itu mencerminkan hubungan timbal balik aspek “dalam” dan aspek “luar” manusia.

Hanya pikiran sehat akan menimbulkan badan sehat. Namun, badan yang sehat juga bisa menimbulkan pikiran sehat. Kendatipun jika kita cermati konstruksi kalimatnya, narasinya bisa asimetris: pikiran yang sehat bersemayam dalam tubuh yang sehat.

Artinya, sehatnya pikiran berawal dari sehatnya badan. Karena itu, pepatah Latin ini menjadi kredo favorit dalam menggelorakan kemestian berolahraga. Olahraga menciptakan tubuh sehat, yang kemudian menyehatkan pikiran. Namun, ada yang memaknai pepatah tersebut bersifat resiprokal, timbal balik. Jiwa yang sehat akan melahirkan badan sehat.

Bukan sekadar iuran

Komisi IX DPR yang dipimpin Dede Yusuf, getol membedah isu kesehatan dari pintu masuk BPJS Kesehatan. Sebuah jalan yang benar. Pintu kecil menuju aula besar.

Segala aktivitas manusia bisa dikatalisasi dengan materi dan wujud materi di era modern tersimplifikasi melalui uang. Semulia apa pun profesi, pasti ada insentif uang. Tanpa itu manusia tak makan, tak membangun keluarga, tak mengembangkan peradaban.

Nyatanya, medical industrial complex seperti dicatat Barbara dan John Ehrenreich pada 1969, telah menjadi bagian dunia kesehatan. Ada konflik kepentingan bersifat bisnis dalam isu ini. Sudah menjadi tugas kita menjaga keseimbangan relasi bisnis dan kemanusiaan ini.

Kehebohan yang kini melanda BPJS Kesehatan berawal dari defisit dana jaminan sosial (DJS) yang dikelola BPJS Kesehatan. Kehadiran lembaga ini genap lima tahun pada Januari 2019. Sangat sedikit orang paham seluk-beluk lembaga asuransi sosial ini.

Maklum masih baru. Butuh waktu bagi banyak pihak memahami duduk perkaranya. Komisi IX DPR bekerja keras dengan memanggil banyak pihak untuk duduk bersama membedah soalan ini. Rapat diadakan serial. Sering berlangsung hingga tengah malam.

Namun, perlahan orang mulai paham. Komisi IX juga membentuk tim kecil yang dipimpin Prof Dr Budi Hidayat dari Universitas Indonesia. Ujungnya, rapat Komisi IX bersama stakeholders kesehatan, baik dari pemerintahan maupun organisasi profesi, untuk mendengarkan hasil kajian tim tersebut. Sebuah rekomendasi konkret tentang rencana aksi komprehensif.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA