Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Sandi-Erick: Perubahan Politik?

Sabtu 15 Sep 2018 06:31 WIB

Red: Elba Damhuri

Fachry Ali

Sandiaga Salahuddin Uno dan Erick Thohir

Kemunculan Erick dan Sandi makin mereduksi peran parpol dalam menciptakan pemimpin


Maka, selain Jokowi, Erick menjadi tokoh paling bertanggung jawab bagi keberhasilan pejawat presiden ini mencapai cita-citanya: terpilih presiden di negara terbesar Asia Tenggara untuk kedua kalinya. Seperti Sandi, posisi strategis Erick ini akan membuatnya tak lagi bisa lekang dari dunia politik, dalam pengertian sebenarnya.

Tanda apa yang tersingkap dengan kemunculan Sandi-Erick ini dalam jagat politik Indonesia? Dalam konteks “klise”, kita mengatakan ini adalah respons terhadap perubahan struktur demografi Indonesia yang kian “memuda”.

Perubahan demografi membawa budaya baru yang tak identik dengan generasi sebelumnya. Terfasilitasi perkembangan pesat teknologi komunikasi, budaya baru yang teranut generasi muda itu menuntut model ketokohan baru yang tak terkait dengan yang lama.

Dalam percaturan politik menjelang Pilpres 2019, tak ada tokoh muda lainnya yang memenuhi standar budaya baru yang berkembang dalam sruktur yang kian “memuda” itu selain Sandi dan Erick.

Dalam struktur demografi kaum yang disebut milenial ini, kinerja Sandi dan Erick ─menggunakan frasa dalam dunia pertambangan─ telah bersifat proven (terbukti). Namun, seperti yang telah disebut di atas, nalar ini bersifat klise.

Yang sebenarnya terjadi adalah pemudaran parpol itu sendiri di dalam lanskap imajinasi dan struktur berpikir masyarakat Indonesia. Sejak kemunculan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, peranan parpol mereproduksi pemimpin yang diterima publik kian melemah.

Kemunculan Anies Baswedan-Sandi dalam pertarungan Jakarta pada 2017, kemenangan beberapa tokoh nonparpol di dalam pilkada serentak pada 2018, kian menguatkan kesan kita bahwa parpol dewasa ini pada esensinya tinggal “kerangka kosong” tanpa isi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA