Sunday, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 February 2019

Sunday, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 February 2019

Haji dan Politik: Dari Syarif Makkah Hingga Habib Riziek

Rabu 15 Aug 2018 05:01 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Masjidil Haram saat Hurgronje berada di Makkah

Habib Riziek di Arab Saudi.

Pengaruh Makkah dan ibadah haji dalam persaingan politik kekuasaan terus lestari.

Nah, magnet Makkah hari ini juga ada yakni pada sosok Habib Riziek. Sosok ulama ini tiba-tiba menjadi sangat penting terkait situasi politik menjelang pilpres. Segala kasus hukum yang menimpanya tiba-tiba terlupakan. Habib Riziek dipandang sebagai sebuah simbol umat yang sangat penting.

 

Sebelum ini pun kandidat presiden Prabowo Subianto telah datang menemuinya di Makkah sembari umrah. Uniknya, dalam beberapa hari ke depan kandidat calon wakil presiden KH Ma'ruf melakukan hal yang sama, yakni dijadwalkan bertemu Habib Riziek sembari berhaji.

Maka di sini terbukti, Makkah dan sosok haji sangat penting nilainya. Simbolisasi itu ternyata dari dahulu kala sampai kini pernah lekang. Dahulu ada syarif Makkah yang didatangii untuk dimintai restu oleh para calon raja. Pada masa kini pun ada yang hampir sama, yakni sesosok ulama berdarah Hadramut dan mukimin Makkah asal Indonesia yang juga akan dimintai restu mengenai persoalan politik kekuasaan.

Dua jurnalis Republika, Fitriyan Zamzami dan Erdi Nasrul, yang tengah meliput haji, antusias menyambut kedatangan KH Ma'ruf. Fitriyan yang fokus meng-cover kedatangan jamaah haji di bandara Jeddah dan Madinah sudah menunggunya. Erdy Nasrul pun siap melaporkan peristiwa pertemuan KH Ma'ruf Amien dan Habib Riziek di Makkah.

"Mau tidak mau ada liputan mengenai kehadiran KH Mar'uf Amien. Soal liputan haji yang harus khusus hanya soal haji, tampaknya akan melonggar. Semua wartawan peliput haji sudah tahu apa arti dan pengaruh dari kedatangan KH Ma'ruf itu di Makkah,'' kata Erdy sambil tertawa berderai.

Apa yang dikatakan Erdy masuk akal. Kalau benar berhaji posisi tenda KH Ma'ruf di Arafah tampaknya akan berada di tenda utama bersama amirul haj dan menteri agama (ingat KH Ma'ruf adalah ketua MUI dan Penasihat Presiden). Maka dia pasti akan berkumpul dengan berbagai tokoh penting dari pejabat hingga anggota parlemen yang kini berhaji.

'Naga-naga'-nya ketentuan bagi para peliput haji yang 'saklek', hanya boleh meliput soal haji, akan sedikit terbuka. Peristiwa liputan para jurnalis haji yang pada tahun 2010 membuat geger karena melaporkan keadaan para TKI illegal asal Indonesia yang terlantar di bawah jembatan Kandhara di Jeddah akan terulang. Jangan-jangan mereka malah diminta meliput?

Sejarah ternyata apakah memang selalu terulang!

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB