Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

Matematika Ramadhan

Selasa 12 Juni 2018 01:00 WIB

Red: Agus Yulianto

Dr. Ahmad Sastra

Dr. Ahmad Sastra

Foto: dok. Pribadi
Ada beberapa fungsi dalam matematika.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh : Dr. Ahmad Sastra, Dosen Pascasarjana UIKA Bogor 

 

Dari dua belas bulan dalam setahun, Allah memilih satu bulan yang istimewa, ialah bulan Ramadhan. Bukan hanya itu, Ramadhan juga disebut sebagai sayyidu as syuhur dan juga bulan suci. Karena itu, tidak ada alasan bagi seorang Muslim kecuali berbahagia bertemu dengan bulan Ramadhan.

Tulisan kali ini mencoba menggunakan rumus-rumus matematika sebagai semacam pendekatan agar kita senantiasa menjadi muslim yang positif, produktif, dan kontributif. 

Rumus matematika ini hanya agar kita bisa lebih sederhana dan sistematis dalam mengisi dan mengikapi bulan suci Ramadhan. Ada beberapa fungsi dalam matematika, sebagai berikut :

Penambahan. Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Allah menambahkan beberapa keutamaan dibandingkan dengan bulan yang lain. Karena itu hendaknya kita  juga menambah berbagai amal sholeh selama bulan suci Ramadhan. Ramadhan seharusnya menjadi wasilah tarbiyah bagi bertambahnya kesabaran, kekhusukan, keimanan, ketaqwaan, keikhlasan, kesungguhan dan kepedulian. 

Pengurangan. Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Allah berjanji akan mengurangi dan bahkan menghilangkan dosa-dosa bagi seorang muslim yang berpusa karena landasan keimanan dan ketaqwaan. Bahkan, Allah menjanjikan seorang mukmin yang berpuasa akan bersih kembali seperti seorang bayi yang tak berdoa. Karena itu selama Ramadhan tingkatkan kemauan dan kemampuan untuk mengurangi dan meninggalkan segala perbuatan maksiat dan dosa. Jika yang halal saja bisa ditinggalkan, apalagi yang haram. 

Pengalian. Keistimewaan Ramadhan lainnya adalah bahwa Allah mengalikan derajat ibadah lebih tinggi dari kedudukan semula. Ibadah sunnah dikalikan oleh Allah derajatnya menjadi bernilai sebagai ibadah wajib. Ini adalah bentuk karunia Allah kepada hamba-hambanya yang taat. Oleh karena itu sudah semestinya kita mengalikan berbagai bentuk ibadah dan amal sholeh selama bulan Ramadhan ini, baik yang sunnah maupun yang wajib. 

Pembagian. Ibadah puasa bulan Ramadhan berdimensi vertikal, yakni hubungan hamba dengan Allah langsung. Sebab puasa hanya diketahui oleh orang bersangkutan dan Allah saja. Karena itu Allah pula yang langsung akan memberikan dan membagikan pahala puasa, inilah istimewanya ibadah puasa. Karena itu sebagai rasa syukur, maka teruslah berbagai kebaikan dari tangan kita sendiri kepada saudara sesama muslim maupun seluruh manusia. Membagi kebaikan tidak hanya sebatas materi, namun juga ilmu, tenaga dan rasa. 

Kelipatan. Allah telah berjanji akan melipatgandakan pahala bagi hamba-hamba-Nya yang ikhlas berpuasa dan beribadah karena Allah. saat kaum muslimin membaca Alquran di bulan suci Ramadhan. Jika kaum muslimin membaca satu juz Alquran kira-kira berjumlah 7000 huruf, kalikan satu huruf dengan 10 kebaikan dikalikan pahala 70 kewajiban maka akan menghasilkan  4.900.000 kebaikan. Jika satu kali saja Alquran dikhatamkan selama bulan Ramadhan, maka akan didapat 147 juta kebaikan. Jika tiga kali akan didapatkan 441 juta kebaikan.

Sama dengan. Jika keimanan ditambah puasa maka hasilnya sama dengan ampunan Allah atas semua dosa. Jika keikhlasan ditambah puasa maka sama dengan derajat ketaqwaan. Semoga puasa tahun ini menjadikan kita sebagai manusia bertaqwa, keluarga bertaqwa, pemimpin bertaqwa dan negara bertaqwa. Negara bertaqwa yaitu negera yang menerapkan Islam kaffah hingga mendatangkan keberkahan dari langit dan bumi serta menebarkan rahmat bagi alam semesta. 

Dalam rumus matematika 4x4=16, jadi sempat tidak sempat tetaplah dibaca hingga tuntas. Sedang 8-4=4, baca pelan-pelan sampai tamat semoga bermanfaat. 

  

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES