Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Jibril Mengabarkan Perempuan Ini Masuk Surga

Senin 03 Jun 2019 05:00 WIB

Red: Elba Damhuri

Ikhwanul Kiram Mashuri

Ikhwanul Kiram Mashuri

Foto: Republika/Daan
Siapa perempuan yang Malaikat Jibril kabarkan masuk surga itu?

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ikhwanul Kiram Mashuri
 
Ia sangat mempercayai laki-laki itu ketika orang lain mendustakannya. Ia serahkan semua harta bendanya ketika sang lelaki tersebut sangat membutuhkannya.

Dari laki-laki agung, suaminya itu, ia melahirkan enam anak, dua laki-laki dan empat perempuan. Jibril pun mengabarkan perempuan ini dijamin masuk surga.

Dia adalah Khadijah, istri pertama Nabi Muhammad SAW (Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam). Kata Rasulullah tentang istrinya ini, ‘’Ketika semua orang mengusir dan menjauhiku, ia beriman kepadaku. Ketika semua orang mendustakan aku, ia meyakini kejujuranku. Sewaktu semua orang menyisihkanku, ia menyerahkan seluruh harta kekayaannya kepadaku.’’

Menurut Dr Hamzah al Nusyrati dalam bukunya Aal Bait al Naby, dia merupakan Umm al Mukminin, Khadijah binti Khuwailid bin Assad bin Abd al ‘Iza. Ibunya Fatimah binti Zaidah.

photo
Suasana di wilayah sebelah timur pintu keluar Masjidil Haram tak jauh dari Bukit Marwah, Ahad (2/9). Sebagian jamaah meyakini di lokasi itu dulu berdiri kediaman Siti Khadijah Radiallahuanha.

 

Di kalangan masyarakat Quraisy Mekah, Khadijah dikenal sebagai perempuan terhormat dan berwibawa. Ia sangat kaya. Ia mempekerjakan para profesional untuk menjalankan kafilah (misi) dagang antarkota dan antarnegara.

Di sisi lain, lanjut al Nusyrati, ada seorang pemuda bernama Muhammad — yang kelak menjadi nabi dan rasul — sudah menjalankan bisnis perdagangan dari sejak remaja. Pemuda itu di kalangan masyarakat Quraisy Mekah dikenal jujur dan amanah. Ia pun digelari al Amin, yang jujur.

Khadijah ternyata sudah mendengar nama pemuda itu. Ia pun ingin menjalin kerjasama dengan yang bersangkutan.

Untuk itu, dikirimlah orang kepercayaannya, Maisarah, untuk menawarkan kerjasama itu kepada Muhammad, dan yang terakhir ini pun menerimanya. Maka, Muhammad pun berangkat memimpin kafilah dagang menuju Syam (Suriah) didampingi Maisarah.

Ketika kafilah dagang Muhammad kembali ke Mekah, Khadijah pun sangat senang ketika mendengarkan laporan Maisarah. Perdagangan yang dijalankan Muhammad untung besar. Khadijah lalu melipatgandakan gaji pemuda bergelar al Amin itu.

Maisarah tak lupa pula melaporkan tentang akhlak Muhammad dan perilakunya yang terpuji, berpikirnya yang jernih, bersikap jujur, bisa dipercaya, dan sifat-sifat dan sikap mulia lainnya. Maisarah juga melihat perjalanan kafilah dagang Muhammad selalu diliputi perlindungan Allah SWT.

Pada waktu itu, banyak dari kalangan bangsawan, konglomerat, kepala suku, dan pembesar Quraisy yang menginginkan untuk memperistri Khadijah. Bagaimana tidak, ia merupakan perempuan terhormat dan dari keturunan yang juga terhormat, kaya, cantik, dan berperilaku terpuji. Namun, semua lamaran itu ia tolak. Khadijah sebelumnya pernah menikah, tapi suaminya meninggal dunia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA