Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Kali ini Terorisnya Orang Bule!

Selasa 19 Mar 2019 05:41 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Ikhwanul Kiram Mashuri

Ikhwanul Kiram Mashuri

Foto: Republika/Daan
Pelaku penembakan di Christchurch tak pernah bergabung dengan organisasi teroris

Oleh: Ikhwanul Kiram

Sudah dua kali saya berkunjung ke Selandia Baru. Pertama, memenuhi undangan sebuah lembaga yang mengurus atau tepatnya mempromosikan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi Selandia Baru untuk para pelajar/mahasiswa asing. Sekolah-sekolah/perguruan tinggi yang dipromosikan ada yang swasta dan ada yang negeri, dari tingkat SMP hingga perguruan tinggi. Banyak juga lembaga-lembaga pendidikan yang dipromosikan khusus untuk belajar bahasa Inggris.

Saya berada di sana selama sepekan. Ketika datang, saya mendarat di Christchurch dan meninggalkan negara itu dari Auckland. Christchurch bisa dibilang sebagai kota budaya dan pendidikan, Auckland kota perdagangan, dan Wellington ibu kota Negara Kiwi itu. Dari Christchurch hingga Auckland saya menempuh perjalanan panjang, lebih dari seribu kilometer. Salah satunya dengan pesawat kecil, ditemani seorang pilot dan pramugari. Selebihnya lewat darat, berganti mobil setiap tiba di satu kota.

Ada lima kota/daerah yang saya kunjungi dalam perjalanan Christchurch-Auckland, termasuk Wellington. Dari udara yang tampak dari Selandia Baru hanyalah awan, perbukitan, hijau pertanian, dan putih jutaan kambing dan sapi di sela kehijauan padang rerumputan. Kehijauan pertanian, padang rumput, dan kambing-kambing dan sapi itu semakin tampak jelas di sepanjang perjalanan darat.

Produk industri agrokultur, terutama dari pertanian dan peternakan, memang menjadi kekuatan utama komoditas ekspor Selandia Baru. Sebanyak 50 persen komoditas ekspor negara itu dari sektor agrokultur ini.

Selama di Selandia Baru saya lebih banyak berkunjung ke sekolah-sekolah, perguruan tinggi, bercengkerama dan berdiskusi dengan para guru, dosen, dan para pemangku pendidikan di negeri itu. Juga bertemu dengan para murid/mahasiswa asing, termasuk dari Indonesia. Di sebuah sekolah SMP, saya diminta untuk berdiri di depan kelas, memperkenalkan Indonesia kepada sekitar 30 murid.

Salah satu malam saya diinapkan di host family. Host family ini semacam orang tua didik, yang menerima pelajar/mahasiswa asing tinggal di rumahnya. Di Selandia Baru, para keluarga yang ingin menjadi host family diseleksi ketat. Antara lain harus pasangan suami-istri, berpendidikan tinggi, mempunyai jiwa pendidik, bersikap toleran.

Host family yang saya inapi adalah rumah pasangan suami isteri berusia di atas 60-an tahun. Mereka tinggal berdua setelah anak-anaknya dewasa, berkeluarga, dan pindah ke rumah mereka masing-masing. Kamar anak-anak mereka yang kosong inilah kemudian ditawarkan untuk tempat tinggal para pelajar/mahasiswa asing. Saya pun tidur di salah satu kamar itu, yang sedang kosong karena 'si empunya' (pelajar Indonesia) sedang pulang liburan ke Bandung. Ketika saya menanyakan arah kiblat untuk shalat, sang istri (host family) pun menunjukkan arah kiblat, membawakan sajadah, berikut selembar jadwal waktu shalat.

Kesimpulan saya dari kunjungan sepekan itu, belajar di Selandia Baru memang asyik dan mengasyikkan. Lembaga pendidikannya berkualitas, udaranya bersih, cuacanya sejuk, banyak hutan kota dan taman terbuka. Lalu lintasnya pun tertib. Dan, lebih dari itu, penduduknya ramah terhadap orang asing, masyarakatnya sangat multikultural dan menjunjung tinggi toleransi. Bahkan, Selandia Baru menempati peringkat kedua negara paling aman dan peringkat keempat paling damai di dunia.

Masyarakat Selandia Baru yang sangat toleran dan saling menghormati itu juga diakui oleh imam Masjid al-Noor, yang saya temui ketika berkesempatan shalat Zhuhur, waktu berada di Kota Christchurch. Termasuk, kata sang imam, toleransi dan hormat-menghormati antarpara pemeluk agama yang berbeda.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA