Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Cara Cina [Tionghoa] Menjadi Muslim (2)

Kamis 21 Feb 2019 06:07 WIB

Red: Elba Damhuri

Azyumardi Azra

Azyumardi Azra

Foto: Republika
Proses warga Cina (Tionghoa) menjadi Muslim melalui disebabkan oleh banyak hal.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Azyumardi Azra

Bagaimana cara warga keturunan Cina (Tionghoa) menjadi Muslim? Pertama-tama perlu ditegaskan, eksistensi Tionghoa Muslim Indonesia tidak sama sekali baru. Hew Wai Weng dalam karyanya Chinese Ways of Being Muslim: Negotiating Ethnicity and Religiousity in Indonesia (Copenhagen: NIAS Press, 2018) menyodorkan kembali berbagai bukti historis mereka, khususnya di Jawa sejak abad 15-16 seperti dikaji para sarjana terdahulu.

Cukup banyak pula kajian dengan kualitas akademik tepercaya tentang kehadiran warga Cina Muslim Indonesia sejak masa awal tersebut. Misalnya saja, banyak bukti historis tentang Laksama Muhammad Cheng Ho dan para pengikut; bahkan juga klaim tentang adanya kalangan Wali Songo dari keturunan Cina.

Masalahnya kemudian, sangat sulit memastikan pertumbuhan kuantitatif mereka sepanjang sejarah sampai sekarang. Menurut berbagai estimasi, kini warga keturunan Tionghoa berjumlah sekitar 2 sampai 3 persen (6-8 juta jiwa) dari sekitar 260 juta penduduk Indonesia.

Menurut perkiraan 2008, lebih separuh (53,82 persen) warga keturunan menganut Buddha; 35,09 persen Nasrani (Kristen dan Katolik); 5,41 persen Muslim; 1,77 persen Hindu; dan 3,91 dan lain-lain. Persentase ini mengonfirmasi persepsi bahwa mayoritas warga keturunan Cina adalah non-Muslim.

Namun, Weng menganggap estimasi persentase warga Cina Muslim di atas berlebihan—pendapat dia ini dibenarkan kalangan tokoh Cina Muslim. Oleh karena itulah, warga Tionghoa Muslim Indonesia menjadi double-minority; minoritas di tengah warga keturunan Tionghoa secara keseluruhan, dan sekaligus minoritas di antara seluruh kaum Muslim Indonesia.

Kalau begitu, bagaimana cara warga keturunan Cina menjadi Muslim? Inilah salah satu kesimpulan penting Weng: kebanyakan warga Tionghoa Muslim Indonesia bukanlah mereka yang sejak kelahiran sudah Muslim; atau lahir dari ayah-ibu yang sudah Muslim, melainkan pindah agama masuk Islam (mualaf). Lagi-lagi tidak ada angka pasti atau estimasi jumlah konversi warga Tionghoa ke Islam.

Menurut Weng, proses warga Tionghoa menjadi Muslim melalui konversi agama ke dalam Islam disebabkan sejumlah faktor. Pertama, membebaskan diri dari diskriminasi, termasuk politik.

Pandangan ini antara lain bersumber dari Junus Jahja, tokoh Muslim keturunan, yang berpendapat, dengan menganut agama mayoritas penduduk, perbedaan di antara penduduk pribumi Muslim dengan warga keturunan menjadi sirna. Ini pandangan tentang asimilasi warga keturunan ke dalam masyarakat bumi putra.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA