Selasa, 12 Rajab 1440 / 19 Maret 2019

Selasa, 12 Rajab 1440 / 19 Maret 2019

Kita Semua Maryam

Ahad 17 Feb 2019 00:09 WIB

Red: Elba Damhuri

Asma Nadia

Asma Nadia

Foto: Daan Yahya/Republika
Seberapa kamu mengetahui apa yang terjadi di Palestina?

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Asma Nadia

Baca Juga

Seberapa kamu mengetahui apa yang terjadi di Palestina?

Tahukah siapa yang disebut Murabitah?

Pernahkah mendengar tagar #weareallmaryam atau #weareallmary? Kita semua Maryam.

Ketika banyak pemuda Muslim asyik begadang menonton final sepak bola, santai menyaksikan tim kesayangan berlaga, memaki pemain lawan yang curang, di tanah Palestina Yahudi sedang membangun terowongan tepat di bawah kompleks Masjid al-Aqsha.

Ada tiga hal yang bisa dicapai Yahudi dengan pembangunan terowongan tersebut.

Pertama, mereka ingin membuktikan bahwa di bawah Masjidil Aqsha ada sisa-sisa Haikal Sulaiman, dengan begitu mereka bisa mempunyai legalitas mengubah masjid menjadi kuil Yahudi.

Kedua, dengan banyaknya terowongan di bawah masjid, Yahudi berharap jika terjadi gempa, masjid mudah runtuh secara alamiah. Hal ini sangat mungkin terjadi karena tercatat dalam sejarah, beratus tahun lalu, masjid ini pernah rusak berat beberapa kali akibat gempa.

Ketiga, terowongan ini juga menjadi akses masuk masjid kaum Yahudi lewat bawah tanah. Dengan terwongan ini, tentara Yahudi bisa muncul langsung di dalam masjid melalui jalan rahasia.

Dengan kata lain, sekalipun tidak ditemukan kuil Sulaiman, Yahudi tetap mendapat banyak manfaat dari terowongan yang ada.

Seberapa kamu peduli atas apa yang terjadi di Palestina?

Ketika banyak ibu, pemudi, dan remaja perempuan yang terisap drama Korea, mengagumi wajah tampan dan cantik ala Asia, mengikuti episode demi episode tanpa henti, penduduk Israel mulai membeli jengkal demi jengkal tanah milik bangsa Palastina dengan harga menggiurkan. Pemilik tanah yang terbuai godaan dengan sukarela menjual tanah milik mereka yang berlokasi dekat dengan masjid.

Dengan strategi ini, Israel menargetkan tanah di sekeliling Al-Aqsa menjadi milik mereka sehingga mereka punya legitimasi untuk menguasai wilayah sekeliling masjid, dan bisa menutup akses menuju masjid.

Seberapa kamu mengamati isu Palestina?

Pada saat anak muda Muslim terlena dengan gim di telepon genggam mereka, menghabiskan pulsa untuk meningkatkan perfoma, di sana tentara Yahudi melarang Muslim beribadah di Masjid al-Aqsha. Hanya orang tua yang diperkenankan masuk, itu pun hanya waktu-waktu tertentu. Di sisi lain, tentara Israel mengizinkan orang Yahudi untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama Yahudi. Menjadikan masjid sebagai kuil.

Seberapa kamu telah memantau perkembangan di Palestina?

Saat kita sibuk dengan hoaks di media sosial, membaca berita bohong yang tidak jelas asal usulnya, terlibat kampanye pilpres yang saling menekan, tentara Israel menangkap, memenjarakan, dan membunuh bangsa Palestina yang melakukan perlawanan.

Beruntung, saat kita sibuk dengan kenikmatan dunia, asyik bersenda gurau dan tertawa, pejuang Palestina tidak terlena. Tegar menghadapi kezaliman Yahudi yang tak kunjung padam.

Mereka sadar Yahudi sedang berusaha merebut Al-Aqsha dari kaum Muslimin dan mereka tidak tinggal diam.

Di Palestina, ada wanita pejuang. Murabitah sebutannya.

Mereka adalah para mujahidah yang 24 jam nonsetop memastikan selalu ada Muslimah yang berjaga di dalam masjid.

Di dalam kompleks Masjid al-Aqsha pula, ada murabitah yang memasak, menemani anak belajar, membaca Quran, atau berbagai aktivitas lainnya. Jika salah satu murabitah pulang, posisi yang kosong segera diisi murabitah lain yang menggantikan.

Jika ada Yahudi yang beribadah di dalam masjid, mereka dengan lantang dan berani berteriak dan mengusir karena Aqsha adalah milik kaum Muslimin.

Di luar masjid, mereka berkampanye agar tidak ada yang menjual tanah dan rumah kepada Yahudi. Mereka juga mengader anak-anak perempuan mereka agar tumbuh menjadi murabitah.

Mengapa? Sebab mereka tidak ingin masjid kosong. Begitu masjid kosong, pihak Yahudi bergerak cepat menutup masjid dan mungkin tidak ada lagi Muslim yang bisa masuk ke dalam masjid.

Perjuangan yang seolah sederhana, tapi nyawa taruhannya.

Mereka adalah wanita pejuang. Mereka semua adalah potret Maryam, ibunda Isa AS, wanita pejuang yang lahir di Jerusalem. Kini semangat Maryam mengalir dalam diri mereka.

Tagar #weareallmaryam saat ini sedang dipopulerkan di media sosial, untuk mengingatkan kita, Muslim di seluruh dunia, akan sekelompok mujahidah Palestina yang sedang berjuang. Bukan hanya untuk mereka, melainkan juga demi harga diri Muslim di seluruh dunia.

Ramaikan tagarnya, saksikan videonya, besarkan kampanyenya #weareallmaryam #weareallmary #kitasemuamaryam. Ingat mereka dalam setiap doa-doa kita.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA