Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Mengurangi Jarak Emosional dalam Pernikahan

Selasa 08 Jan 2019 09:23 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari

Pasangan suami istri.

Pasangan suami istri.

Foto: Pexels
Keputusasaan terkadang menjadi jurang dalam hubungan suami istri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koneksi emosional sangat penting untuk keberhasilan hubungan pernikahan. Wanita cenderung menghargai dan menganggap ikatan emosional dengan suami sebagai hubungan romantis.

Baca Juga

Seringkali pemahaman bahwa laki-laki sulit memahami keinginan wanita membuat ikatan emosional pasangan terputus. Kondisi ini disebut jarak emosional (emotional distance), perasaan yang menyebabkan pasangan seakan kehilangan gairah yang pernah dirasakan satu sama lain.

Penyimpangan emosional ini membuat kedua pasangan malas berbicara satu sama lain, semakin sedikit berkomunikasi, hingga hubungan menjadi hambar. Jarak emosional membuat pasangan merasa terisolasi dan lebih memilih menghabiskan waktu sendiri.

Bagaimana mengatasi jarak emosional? Dilansir dari Marriage.com, Selasa (8/1), setelah mengenali masalah, Anda perlu mengambil langkah yang diperlukan untuk menanganinya. Anda bisa memperbaikinya dengan bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan dasar, seperti "Apakah saya terlalu cuek belakangan ini?". "Apakah suasana hati saya sedang tidak bagus?". "Apakah ada masalah pekerjaan yang akhirnya mengganggu hubungan saya dengan pasangan saya?".

"Apakah ada masalah keuangan?". "Apakah ada masalah keluarga yang mungkin mengganggu saya dan pasangan saya?". "Apakah saya masih marah, bahkan dendam padanya sejak pertengkaran terakhir kemarin?". "Apa saja yang berubah di antara kami akhir-akhir ini?".

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, mulailah dengan menghilangkan sumber masalah. Anda bisa berdiskusi tenang bersama pasangan. Pastikan Anda memulai pembicaraan dengan sopan dan mencoba membuat si dia memahami kekhawatiran Anda.

Nada suara berperan penting dalam respons pasangan. Sedikit waktu untuk sendiri juga membantu Anda dan pasangan sama-sama berpikir jernih.

Di tengah jarak emosional yang terbentang, sesekali tetap tunjukkan Anda peduli dan ada untuk pasangan. Cobalah memujinya tanpa terdengar palsu, berhenti terus mengkritik atau mengeluh sepanjang waktu.

Pertahankan keseimbangan perasaan Anda agar tidak putus asa menghadapi jarak emosional ini. Keputusasaan terkadang menjadi hal yang akan membuat Anda dan pasangan semakin jauh.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA