Minggu, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Minggu, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

20 Tahun Rumah Zakat, Hadirkan Energi Kebahagiaan

Senin 02 Juli 2018 16:27 WIB

Red: Rahmat Santosa Basarah

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi

Foto: Republika TV
Dari Majelis Taklim di Sepetak Ruangan

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Nur Efendi*

Saya masih ingat betul, tahun lalu, kita bersama relawan inspirasi Rumah Zakat dan salah satu mitra Vanila Hijab, menyusur jalanan di pelosok Banten, dengan medan yang sangat sulit. Bisa dibayangkan, hampir 12 jam perjalanan panjang terlakon : kelokan tajam, tanjakan hingga turunan curam sepanjang terjalnya bukit, menerabas jalanan aspalt hingga bebatuan, tak berbentuk.

 

Di pengujung perjalanan yang sangat melelahkan, tibalah kita di sebuah perkampungan, Desa Mekarsari Cibeber Banten. Rasa lelah kami belasan jam, seakan sirna saat menatap asa sorot mata para anak negeri di hadapan kita.

 

Mereka adalah para siswa Madrasah Ibtidaiyah Daar El Najah 2. Sekolah ini, awalnya hanya sebuah bangunan sederhana yang didirikan swadaya oleh masyarakat. Dindingnya terbuat dari bilik bambu, beratapkan rumbia. 

 

Di sanalah, para generasi penerus negeri ini mengeja kata, memupuk mimpi mereka. Entah berapa kilo meter mereka berjalan kaki, untuk bisa duduk di bangku Madrasah ini, karena untuk ke sekolah lain, jaraknya sangatlah jauh. 

 

Saat tiba di sana, bangunannya sudah lebih baik ketimbang enam tahun silam yang hanya beratap rumbia. Namun, kegiatan pendidikan untuk enam kelas itu hanya bisa dilakukan di tiga ruangan. 

Jadi, jika kelas 1 memakai ruangan untuk menulis, maka kelas 2 diruangan yang sama mendengarkan sang guru. Pun, kelas-kelas lainnya seperti itu. Bekas kapur di papan tulis itu masih membekas, dengan fasilitas yang sudah usang.

 

Yang membuat hati ini terenyuh, Dengan kesungguhan, mereka melawan segala keterbatasan. Bulir-bulir mata ini menggunduk di sudut mata, ketika kita berbincang dengan para guru di sana.

 

Tak terasa, air mata ini mengalir deras, meleleh melewat pipi. Mereka, para guru itu, enam tahun ini mengajar para murid dengan sukarela! Subhanallah! Saya hanya bisa menangis haru. 

Di saat mungkin di tempat lain, ada orang –orang yang dengan penghasilan fantastis, fasilitas mewah, yang lupa akan sesama, tapi lihatlah wajah tulus para guru ini! 

 

Tak ada media meliput, tak ada hingar bingar, tak ada fasilitas nomor wahid. Hanya sejumput asa, bahwa para murid di hadapannya kelak menjadi anak yang berbakti bagi neger ini. 

 

Maka, izinkan kita, hadirkan energi kebahagiaan Walau sedikit, kami ingin berbagi kebahagiaan kepada mereka, para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Izinkan kita merenovasi sekolah mereka, mengembangkan pendidikan, membantu para guru memperoleh hak mengajarnya.

 

Saya melihat sorot mata bahagia di sana. Ternyata energi kebaikan menular. Para guru itu menangis haru, dan tentu kami pun menangis. Walau tak berucap, dari tangis mereka, kita tahu energi kebaikan ini membangkitkan.

 

Dan tentu, tangis mereka menjadi energi kebahagiaan bagi kita. Kita masih sangat optimis, melihat mereka, para pahlawan di sudut desa, ada secercah harapan untuk negeri ini.

 

Madrasah Ibtidaiyah Daar El Najah 2 tidak sendiri. Ada 40 juta lebih penerima manfaat, sejak 20 tahun silam kami hadirkan energi kebahagiaan. Dua puluh tahun, tak terasa lembaga ini hadir menyemai energi kebahagiaan di negeri ini.

 

Tahun lalu, saya sudah menulis bagaimana diri ini, diamanahkan menahkodai Rumah Zakat. Dan kini, saya masih diamanahkan untuk membersamai Rumah Zakat di usia ke – 20nya. 

 

Tiada ungkapan kecuali rasa syukur, bahwa saya masih diberi kesempatan di lembaga ini untuk bersama hadirkan energi kebahagiaan, dengan dua keyakinan bahwa saya ingin berbuat sebaik-baiknya dan bermanfaat untuk orang lain, sekecil apapun. 

 

Change! 

 

Sebagai lembaga yang sudah berusia 20 tahun, kami sadari bahwa zaman terus bergerak. Dan kami pun berubah, change!. Kita bertransformasi, dengan semangat agar hari ini lebih baik dari kemarin, dan esok lebih baik dari hari ini. 

 

Maka, terjadi transformasi dari lembaga tradisional menjadi lembaga profesional (2006), Rebranding dari Rumah Zakat Indonesia menjadi Rumah Zakat (2010) dan Menggabungkan 2 transformasi sebelumnya budaya (mindset) dan brand dari Profesional Lembaga ke Entrepreunerial Institusi (2017). 

 

Transformasi terakhir ini, menggabungkan budaya (mindset) dan branding. Secara internal, kita bersungguh-sungguh menghadirkan mindset entrepreneur: sinergi, inspiratif, amanah dan profesional.

 

Walhasil, hadirlah Rumah Zakat dengan semangat dan wajah baru, hal ini membuat masyarakat semakin percaya kepada Rumah Zakat. Di tambah lagi, secara eksternal, kita berusaha untuk terus meningkatkan trusted, progresif, humanitarian dan kolaboratif.

 

Trusted kita tunjukkan dengan 12 kali berturut - turut Rumah Zakat memperoleh opini keuangan ‘Wajar Tanpa Pengecualian’ (WTP), ISO ketepatan distribusi Zakat 9001:2015, hingga Transform award asia pasifik 2017: The best brand evolution category.

 

Ada pula penghargaan sebagai #1 Champion Indonesia Original Brand 2016 dalam ajang penghargaan majalah SWA. Ajang penghargaan oleh Majalah SWA ini diberikan kepada brand lokal terkemuka di Indonesia yang menjadi pilihan utama konsumen dan telah menguasai pasar di Indonesia. 

 

Rumah Zakat layak menerima penghargaan ini karena telah memenuhi survey atas berbagai parameter penilaian yakni satisfaction, loyalti, advocacy, dan foreign local comparison. 

Semangat kolaborasi kita tunjukkan dengan bermitra dengan 3.210 mitra komunitas, 2.987 mitra korporat dan menularkan energi kebaikan bersama lebih dari 350 ribu donatur Rumah Zakat. 

 

Maka hadirlah program-program yang terus menularkan energi kebaikan di seluruh negeri hingga Dunia. Hadir 1.234 desa berdaya dari Aceh hingga Papua. Di bidang pendidikan. 18 Sekolah Juara hadir di tengah masyarakat.

 

Di bidang kesehatan, 9 Klinik Pratama hadir dengan pelayanan prima bagi yang membutuhkan. Di Bidang kemanusiaan, para relawan yang tak kenal lelah telah menyelusup hingga kampung-kampung, bahkan Dunia seperti Myanmar, Filipina, Suriah, Somalia, Nepal, Palestina hingga 15 negara.

 

Syukur Alhmadulillah, beberapa penghargaan datang tanpa diduga, karena kesungguhan para relawan, amil dan amanah dari umat yang kami kelola. Pada tahun 2010, Rumah Zakat menerima penghargaan sebagai LAZ terbaik. 

 

Belum lama, Rumah Zakat pun mendapat pengakuan dan terdaftar sebagai special konsultatif ECOSOC oleh PBB sebagai lembaga filantropi yang diakui di ranah global. Walhasil, kami berharap ke depan, Rumah Zakat terus berkiprah bahkan hingga Dunia, menebar manfaat untuk segenap umat dan semesta.

 

Dari Majelis Taklim di Sepetak Ruangan

 

Mungkin sekarang, tak pernah terbayangkan Rumah Zakat yang awalnya sepetak Majelis Taklim di sudut Turangga Bandung 20 tahun silam kini menjelma sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional, bahkan sekarang Rumah Zakat sedang menuju lembaga filantropi Internasional yg menjadi model pemberdayaan dunia.

 

Pemandangan Indonesia saat krisis tahun 1998 sungguh menyayat hati. Dari petak ruang Majelis Taklim, apakah yang bisa dilakukan untuk Indonesia? untuk membuat kaum ibu tersenyum melihat anaknya sekolah? Para anak yang kehilangan senyumnya? 

 

Karenanya, sejak saat itu dengan hal sederhana, mengembalikan senyum anak negeri, Rumah Zakat terus bergerak ke pelosok-pelosok, desa-desa, kampung, kota, bertransformasi menjadi Lembaga Filantropi yang terus tumbuh. Perubahan dan inovasi terus kami lakukan. Karena kami terus berkembang, kami ingin Lembaga ini tumbuh menjadi lembaga amanah dan professional. Sebab, hanya ada dua tujuan yang menguatkan kita. Pertama, semata-mata karena ingin mencari keberkahan, ridha dan bekal bertemu Allah dalam mengemban tugas ini. 

 

Kedua, Rumah Zakat berikhtiar berkontribusi untuk Indonesia dan Dunia. Inilah yang mebuat kita terus menjaga amanah umat selama 20 tahun.

 

Selamat, 20 Tahun Rumah Zakat, semoga semakin bermanfaat untuk umat. Seperti yang sabdakan manusia terbaik, suri tauladan kita, ”Sebaik-baiknya manusia, ialah manusia yang bermanfaat bagi yang lain.”

 

Terimakasih kepada para pendiri wabil khusus amil, relawan, donatur, mitra dan setiap orang yang telah mendukung dan bersama Rumah Zakat, Semoga Allah selalu berikan keberkahan dan kebaikanNya 

 

Mohon doanya Rumah Zakat terus amanah dan profesional. Semoga setiap kita senantiasa memberikan karya dan amal terbaik. Mari bersama-sama hadirkan energi kebahagiaan!

 

 

 

*CEO Rumah Zakat

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES