Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

...

Jangan Kaget Jika Tiba-Tiba Manchester City Sudah Juara

Kamis 04 Mar 2021 04:30 WIB

Red: Endro Yuwanto

Pelatih Manchester City Pep Guardiola (kanan) memberikan instruksi kepada para pemainnya selama pertandingan Liga Primer Inggris.

Pelatih Manchester City Pep Guardiola (kanan) memberikan instruksi kepada para pemainnya selama pertandingan Liga Primer Inggris.

Foto: Martin Rickett / Pool via AP
Sejumlah resep sudah disiapkan Guardiola untuk membuat Man City kian tangguh.

Oleh : Endro Yuwanto/Jurnalis Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Mungkin tak banyak yang menyangka sebelumnya bila Manchester City pada pekan ini menjadi kandidat terkuat untuk meraih gelar juara Liga Primer Inggris. Bagaimana tidak, the Citizens sempat terseok-seok di awal musim 2020/2021.

Di saat tim-tim seperti Everton, Tottenham Hotspur, Chelsea, Liverpool, dan Manchester United (MU), bergantian merasakan puncak klasemen pada beberapa pekan awal Liga Primer Inggris, City justru berkutat di papan tengah. Namun juru taktik City Pep Guardiola kala itu tak terlihat gundah. Ia terlihat teramat sabar. Bagi Guardiola, musim kompetisi masih panjang dan apapun bisa terjadi. Juara tak ditentukan dari hasil lima hingga sepuluh laga awal liga.

Untuk para pesaing dan haters City, pernyataan Guardiola itu terkesan hanya untuk menghibur diri sendiri. Bagi mereka, skuad the Citizens sudah terbenam dan hilang dari radar persaingan lantaran badai cedera para penggawa inti dan jadwal begitu padat yang dijalani City. Mereka lebih senang menghitung kans Everton, Spurs, Liverpool, Chelsea, bahkan MU untuk menjadi juara liga musim ini.

Namun siapa saja pembenci City kini layak gigit jari. Pernyataan Guardiola ternyata kian hari kian terbukti. Pelatih asal Spanyol itu membawa City melesat ke puncak klasemen.

Sejak kalah 0-2 dari Spurs pada November 2020 lalu, City sudah tak terkalahkan dalam 28 pertandingan di semua kompetisi. Pada 21 pertandingan terakhirnya, the Citizens bahkan menuntaskannya dengan kemenangan. Pada periode itu, pasukan Guardiola mencetak 55 gol dan hanya kebobolan delapan gol!

Pada awal Maret 2021 ini, City memuncaki klasemen Liga Primer dengan 65 poin, unggul 14 poin dari sang tetangga, MU. Tak ada lagi yang meragukan pasukan Manchester Biru menjadi kandidat kuat peraih gelar liga.

Lantas kira-kira apa resep Guardiola bisa menyulap City menjadi tangguh lagi seperti musim-musim lalu? Ingat, City menjadi juara liga dua kali dalam tiga tahun terakhir dan musim lalu masih menjadi runner-up di bawah Liverpool.

Dari analisa kasar, bisa dibilang di awal musim City tidak bermain bagus secara individu dan kolektif. Mungkin pandemi Covid-19 membuat pelatihan penggawa City selama pramusim sempat terganggu, selain badai cedera pemain yang memang sangat mengganggu.

Nama Ruben Dias agaknya tak bisa dikesampingkan dalam kebangkitan City. Sebelum Dias datang pada akhir 2020, City menelan kekalahan memalukan 2-5 dari Leicester City. Masalah City terlihat jelas di lini belakang yang tak terorganisasi. Kala itu, Guardiola belum menemukan pengganti sosok Vincent Kompany yang gantung sepatu.

Di kemudian hari, penampilan Dias terbilang berpengaruh ke lini pertahanan. Ia pun membuat bek yang awalnya disepelekan, John Stones, menemukan performa terbaiknya. Duet ini menggalang pertahanan yang solid di tubuh City.

Datangnya pemain berkarakter seperti Dias membuat Guardiola menjalankan taktik berbeda. Biasanya, Guardiola memainkan dua gelandang pivot seperti Rodri dan Fernandinho untuk mengcover lini belakang. Dua gelandang pivot ini akan dibantu oleh winger di kanan dan kiri saat menghadapi serangan balik. Hadirnya Dias, membuat skema ini diubah.

Guardiola justru memainkan Ilkay Gundogan sebagai salah satu gelandang pivot. Tugasnya bukan untuk bertahan, melainkan menjadi gelandang box-to-box. Gundogan seperti menjadi figur penting di balik kebangkitan City. Bahkan, torehan golnya sebagai gelandang box-to-box terbilang istimewa. Dalam 10 laga Liga Primer terakhirnya, ia melesakkan tujuh gol.

Guardiola pun percaya dengan kemampuan Dias dalam mengurus pertahanan sehingga mampu mengubah taktik di lini tengah untuk sedikit menyerang. Tak salah jika kini barisan tengah the Citizens terbilang tajam.

Guardiola juga paham potensi wonderkidnya, Phil Foden, dan membuat perubahan agar Foden menguasai sisi lapangan dan memberi ruang untuk Gundogan serta winger lainnya masuk ke sepertiga lapangan.

Joao Cancelo pun menjadi salah satu pemain yang melengkapi perubahan permainan City. Ia bahkan menjadi andalan Guardiola untuk menyisir sayap dan membuat peluang dari lebar lapangan. Kehadirannya dalam bertahan membuat tim lawan yang mengawali serangan dari sisi lapangan mati kutu.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA