Kamis , 14 Jul 2016, 20:39 WIB

Mentan: Jepara Diusulkan Jadi Lumbung Pangan

Red: M Akbar
Republika/Agung Supriyanto
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman memeriksa daging sapi saat pembukaan Toko Tani Indonesia (TTI) di kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (15/6).  (Republika/ Agung Supriyanto)
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman memeriksa daging sapi saat pembukaan Toko Tani Indonesia (TTI) di kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (15/6). (Republika/ Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID, JEPARA -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pihaknya mengusulkan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sebagai salah satu daerah lumbung pangan.

"Untuk itu, Kabupaten Jepara harus siap sebagai salah satu daerah lumbung pangan," ujarnya saat menghadiri panen tanaman padi di salah satu lahan sawah di Desa Batu Kali, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Kamis (14/7).

Apabila Kabupaten Jepara belum siap, katanya, usulan tersebut akan ditarik kembali. Menteri Pertanian juga menjanjikan bantuan pertanian, yakni alat dan mesin pertanian, benih, pupuk hingga pestisida bagi petani di Jepara.

Dalam rangka menghadapi fenomena alam la nina yang basah di Indonesia, petani di Tanah Air disarankan setelah panen pada musim tanam kedua segera menanam kembali, sehingga pada bulan Januari hingga Februari bisa panen kembali. Pasalnya, kata dia, la nina diperkirakan terjadi hingga bulan Desember mendatang.

"Jika tidak dimanfaatkan, petani bisa kehilangan momentum tanam dan panen padi sepanjang tahun," ujarnya.

Hasil koordinasi dengan BMKG, kata dia, la nina datang pada saat yang tepat. Iklim basah tersebut, kata dia, diperkirakan terjadi hingga Desember. Apabila tidak dimanfaatkan, kata dia, bisa berpotensi terjadinya musim paceklik.

Pada kesempatan tersebut, Amran juga memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa traktor roda empat sebanyak tujuh unit, traktor roda dua 25 unit, pompa air 25 unit, rice transplanter (alat tanam padi) sebanyak 13 unit.

Gabungan kelompok tani di Kabupaten Jepara yang sudah menerapkan pertanian secara modern, yakni di Desa Unjung Pandan, Kecamatan Welahan.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyampaikan, permasalahan yang terjadi di Jepara, salah satunya lahan tanaman padi yang ada merupakan tadah hujan. Akibatnya, kata dia, musim panen tidak menentu karena pasokan airnya bergantung pada curah hujan.

Sementara sungai sebagai salah satu sumber air untuk irigasi pertanian, kata dia, belum bisa diandalkan karena mengering.

"Generasi muda di Jepara tidak tertarik di bidang pertanian, sehingga Pemerintah Pusat perlu memberikan bantuan untuk mengatasi sejumlah permasalahan tersebut," ujarnya.

Ia berharap, rencana pembangunan bendungan di Somosari, Kecamatan Batealit, Jepara, bisa segera direalisasikan agar bisa dimanfaatkan untuk irigasi pertanian serta pengendali banjir.

Selain itu, dia juga berharap adanya bantuan normalisasi sungai dan saluran irigasi yang mengalami sedimentasi.

Video

Arus Mudik Lebaran, Ketua DPR: Semua Berjalan Lancar