Minggu, 21 Ramadhan 1440 / 26 Mei 2019

Minggu, 21 Ramadhan 1440 / 26 Mei 2019

Catatan di Hari Kebangkitan Nasional

Kebangkitan Itu Muncul dari Kesadaran Semua Pihak

Senin 22 Mei 2017 01:00 WIB

Red: Agus Yulianto

Diorama Kebangkitan Nasional (Ilustrasi)

Diorama Kebangkitan Nasional (Ilustrasi)

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Deni Yusup MSi *)

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, yang memiliki sumber daya alam yang berlimpah, sumber daya manusia yang banyak, ini menjadi kekuatan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Kita semua mengetahui bahwa kekuatan itu menjadi modal utama untuk bangsa ini menjadi bangsa yang maju, rakyat sejahtera, politik terkendali, supermasi hukum berjalan, itu semua harapan kita semua.

Pertanyaan yang sangat mendasar saat sekarang, apakah negara ini telah bisa memenuhi kebutuhan masyarakatnya, kesejahteraan, supermsi hukum, politik berkeadilan? Itu menjadi harapan semua. Di hari Kebangkitan Nasional ini, menjadi spirit bagi bangsa Indonesia yang begitu banyak modal sumber daya alam dan sumber daya manusia, tetapi masih banyak dan perlu untuk bangkit dari kekurangan yang dimiliki. Ini karena, semua yang diharapkan belum berjalan dengan semestinya.

Problem kesejahteraan masyarakat yang masih rendah, kesenjagan  miskin dengan  kaya semakin jauh, supermasi hukum yang masih belum berjalan dengan semestinya, problem sosial politik yang begitu banyak persoalan antar warga masyarakat yang saling membenci satu kelompok dengan kelompok lain. Imbas dari politik pilkada semua ini bisa dilihat dari banyak berita-berita hoax yang beredar di masyarakat melalui media sosial dan media massa dibanjiri dengan isu-isu yang memberikan informasi perselisihan antar kelompok dan informasi hoax.

Selain itu, pada 2017 ini menjadi tahun yang secara politik 'panas' menjelang pilkada 2018 serta pemilu 2019 yang menyisakan waktu sekitar 2 tahun lagi. Hal ini yang menambah kehangantan dalam perpolitikan nasional saat ini.

Di hari Kebangkitan Nasional ini, kita harus merefleksikan bahwa subtansi dari kebangkitan ini bisa menjadi spirit untuk terus meningkatkan dan memperbaharui kesalahan  telah dilakukan dan bukan menjadikan bangsa ini menjadi lebih maju, di saat ini cenderung terjadinya kegelisahan kolektif yang ada dimasyarakat melihat situasi sosial politik saat sekarang, jagan biarkan masyarakat terlena dalam situasi seperti ini  dipertontonkan ketidak stabilan sosial karena begitu derasnya informasi-infomasi hoax yang bisa merugikan semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat secara keseluruhan.

Hari Kebangkitan Nasional ini harus dijadikan oleh kita semua untuk bisa meningalkan prilaku dan budaya yang tidak baik. Serta melihat ke depan bahwa bangsa Indonesai akan maju, kesejahteraan bisa terwujud dan bisa bersaing dengan negara lain. Kita jangan terlena dan asyik sendiri melakukan hal yang tidak penting dan melupakan masa depan.

Bangsa Indonesia harus bisa melihat ke depan bahwa semua yang terjadi saat ini. Itu bagian dari pembelajaran berharga untuk masa depan, problem sosial, kesejahteraan, dan masalah hukum yang masih mejadi persoalan yang mendasar karena persepsi publik masih berasumsi hukum masih berpihak pada yang memiki akses dan belum berkeadilan. Persepsi-persepsi ini yang mesti tidak ada didalam benak masyarakat, masyrakat harus percaya bahwa hukum akan berkeadilan dan supermasi hukum akan berjalan.

Perlu kiranya pemerintah lebih sensitif terhadap isu-isu sosial yang terjadi di masyarakat, karena terciptanya pemerintahan yang bersih dibantu oleh partisipasi bublik meningkat dan masyarakat dapat merasakan keberadaan pemerintah di tengah-tengah meraka dalam kehidupanya. Ini sangat penting pemerintah mendapat dukungan rakyat, setiap pogram yang di laksanakan pemerintah mendapat respons positif dari publik karena memang apa yang dilakukan oleh pemerintah itu bagian dari kepentingan publik.

Di hari Kebangkitan Nasional ini harus dijadikan refleksi bagi semua bahwa kemajuan itu akan tercapai takala semua pihak menjalankan fugsi dan peranya sesuai dengan aturan. Tentu halangan terberat ada pada persoalan diri masing-masing. Sebagaimana kita ketahui bersama problem budaya korupsi yang makin terbuka, pogram kerja yang dilaksanakan oleh pemerintah yang belum optimal, persoalan kesehatan yang belum merata, yang menimbulkan efek jangka panjang terhadap harapan hidup masyarakat Indonesia.

Optimalisasi modal bangsa ini yang perlu disadari oleh semua pihak untuk dijadikan kekuatan untuk bangkit dan maju. Pemerintah sebagai pemegang amanah dari rakyat dalam menjalankan pemerintahanya perlu peka terhadap kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang yang diperlukan oleh masyarakat, terjadinya perbedaan pandangan yang terjadi dielit bangsa saat ini jangan menjadikan masyarakat resah dan tidak memiliki sandaran dalam kehidupan berbangsa, pemerintah harus bisa menjadi pengayom masyarakat, kepastian hukum dalam penegakan hukum bisa menjadikan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.

Apakah hari Kebangkitan Nasional ini sebatas diperingati secara seremonial semata? Apa bisa berimplikasi terhadap semangat dan menjadikan spirit untuk keluar dari persoalan-persoalan bangsa saat ini. Tentu jawabanya ada pada kita semua. Semoga apa yang disampaikan diatas 'catatan hari kebangkitan nasional' bisa menjadi bahan refleksi bagi kita semua.

*) Mantan Bendum PB HMI, Ketua PP Masika ICMI

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA