Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Interview Magang, Sulitkah?

Jumat 08 June 2018 08:00 WIB

Red: Agus Yulianto

Perjanjian magang kerja (Ilustrasi)

Perjanjian magang kerja (Ilustrasi)

Sejumlah tips bisa dimanfaatkan agar proses interview berlangsung lancar.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Katamala Nurlaili, Mahasiswa Ilmu Komunikasi peminatan Komunikasi Media Massa 2015

 

Bagi anak kuliahan, semester 7 merupakan semester yang sangat menegangkan di masa perkuliahannya. Pada semester ini, mahasiswa merasakan sedikit dunia kerja alias magang atau internship. 

Persiapan magang ini harus dilakukan dari sekarang. Terutama, menyangkut sikap ketika sedang diinterview. Tak hanya itu, cara berpakaian ke tempat magang pun harus rapih dan sopan. 

Maka dari itu, Kamis 31 Mei 2018 kemarin, Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Bakrie bersama CircleComm (Ikatan Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie) mengadakan acara Internship Interview: 'A Preparation' yang memberikan solusi pada saat pertama kali di interview di tempat magang.

Acara tersebut mendatangkan para senior dari peminatan marketing komunikasi, humas komunikasi, serta komunikasi media massa yang sudah lebih dulu merasakan interview di tempat magang maupun di tempat kerjanya. 

Pada sesi pertama, diisi dengan sesi coaching clinic “How to Win Your First Time Internship Interview” bersama Fakhri Raditya dari alumni Ilmu Komunikasi dan sekarang menjadi Marcomm of Central Park dan Neo Soho Mall. Sesi ini berisikan tanya jawab yang dipandu oleh Mawahib Ilahi dan Juliet Gergiana Marlyn.

Fakhri menjelaskan, bahwa tidak masalah ketika anak magang tidak dibayar. Ini karena, belum tentu yang dibayar seenak yang tidak dibayar. Mengapa? Ini karena magang yang dibayar pasti di tuntut untuk bekerja lebih extra dan susah mendapatkan izin ini dan itu. 

“Sebelum interview, kalian ada yang ogah-ogahan, kayak misalnya udah ditarik di perusahaan A, dan perusahaan B. Dapet rumor, kalau misalnya di perusahaan A gak dibayar, sedangkan perusahaan B dibayar," katanya. 

Biasanya, kata Fakhri, orang-orang akan mundur ketika magangnya tidak dibayar. Padahal, kalau anak magang yang dibayar, belum tentu seenak yang tidak di bayar. Sebab, dengan dibayar, maka anak magang biasanya di tuntut pekerjaan yang pasti. "Sedangkan di semester 7 ini, masih ada kuliah, terus sering izin dan lain-lain,” ujar Fakhri dalam sesi coaching clinic.

Ia juga mangajarkan cara memperkenalkan diri yang baik pada saat interview magang. Hal yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan diri, mulai dari pakaian, rambut, apabila yang berhijab diusahakan tidak membetulkan jilbabnya, tidak duduk sebelum dipersilakan duduk, dan yang pasti tidak menaruh kedua tangan di atas meja. Karena, ketika sedang diinterview, kedua tangan pasti akan refleks dimain-mainkan dan itu menunjukkan kepanikan di dalam diri.

Bahkan, saat memperkenalkan diri, juga jangan hanya menyebutkan isi yang ada di dalam CV. Namun, harus menjelaskan mau di bagian apa ketika magang.

Fakhri juga mengajarkan ketika interview magang, sikap kita tidak perlu kaku atau formal, lebih dibawa santai ketika di interview. Sebelum sesi coaching clinic ditutup, Fakhri memberikan skill khusus yang harus disiapkan ketika diinterview magang adalah public speaking. "Cara kalian mengobrol dengan orang lain yang harus terarah," tegasnya.

Sesi lain adalah Demo Make Up For Internship Look bersama Nelly Hassani dari alumni Ilmu Komunikasi dan sekarang menjadi Entrepreneur dan MUA. Sesi ini, sangat menarik perhatian para mahasiswi yang hadir, karena Nelly memberikan tips serta cara makeup untuk setiap peminatan. 

Baginya, makeup simple dan fresh cocok digunakan untuk peminatan jurnalistik. Sebab, apabila diharuskannya liputan kemana-mana full make up tidak dianjurkan cukup lipstik dan bedak sudah cukup. "Kalau untuk make up markom tergantung job desk-nya, dan PR harus full make up," ujar Nelly. 

Sebelum sesi demo make up ditutup, Nelly juga membuka dialog. Larasati Rachel mahasiswi Ilmu Komunikasi 2015 menanyakan, apabila magang yang tidak berhijab, maka seperti apa bentuk rambut pada saat interview?. “Apabila untuk mahasiswi yang tidak berhijab, lebih baik rambutnya di ikat satu agar terlihat rapih,” tutur Nelly.

Untuk sesi terakhir memberikan tips pakaian apa yang pantas digunakan pada saat interview magang bersama Queenzharean. Ia adalah alumni Ilmu Komunikasi dan sekarang menjadi Corporae Secretary at Multi Arta Mayida EO. 

Queenzharean memberikan tips yang menarik untuk para mahasiswi khususnya peminatan PR, dan Markom, yaitu jagan memakai pakaian yang standart seperti atasan putih bawahan hitam. Kata dia, ada baiknya atasan warna cerah sedangkan bawahnya bisa warna yang netral atau gelap, dan juga jangan takut akan menggabungkan antara baju dengan cardigan atau blazer. Sedangkan peminatan jurnal bisa memakai baju yang rapih. 

Untuk itu, dia memberikan juga tips kepada mahasiswa untuk tidak menggunakan celana jeans pada saat interview magang untuk peminatan PR dan markom agar tidak salah kostum. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA