Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Interview Magang, Sulitkah?

Jumat 08 June 2018 08:00 WIB

Red: Agus Yulianto

Perjanjian magang kerja (Ilustrasi)

Perjanjian magang kerja (Ilustrasi)

Sejumlah tips bisa dimanfaatkan agar proses interview berlangsung lancar.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Katamala Nurlaili, Mahasiswa Ilmu Komunikasi peminatan Komunikasi Media Massa 2015

 

Bagi anak kuliahan, semester 7 merupakan semester yang sangat menegangkan di masa perkuliahannya. Pada semester ini, mahasiswa merasakan sedikit dunia kerja alias magang atau internship. 

Persiapan magang ini harus dilakukan dari sekarang. Terutama, menyangkut sikap ketika sedang di-interview. Tak hanya itu, cara berpakaian ke tempat magang pun harus rapih dan sopan. 

Karena itu, pada Kamis, 31 Mei 2018, Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Bakrie bersama Ikatan Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie atau CircleComm mengadakan acara Internship Interview: 'A Preparation', yang memberikan solusi pada saat pertama kali di-interview di tempat magang.

Acara tersebut mendatangkan para senior dari peminatan marketing komunikasi, humas komunikasi, serta komunikasi media massa. Mereka sudah lebih dulu merasakan interview di tempat magang maupun di tempat kerjanya. 

Pada sesi pertama, diisi dengan coaching clinic “How to Win Your First Time Internship Interview” bersama Fakhri Raditya dari alumni Ilmu Komunikasi dan sekarang menjadi Marcomm of Central Park dan Neo Soho Mall. Sesi ini berisikan tanya jawab yang dipandu oleh Mawahib Ilahi dan Juliet Gergiana Marlyn.

Fakhri menjelaskan, tidak masalah ketika anak magang tidak dibayar. Ini karena belum tentu yang dibayar seenak yang tidak dibayar. Mengapa? Ini karena magang yang dibayar pasti di tuntut untuk bekerja lebih ekstra dan susah mendapatkan izin ini dan itu. 

“Sebelum interview, kalian ada yang ogah-ogahan, kayak misalnya udah ditarik di perusahaan A, dan perusahaan B. Dapet rumor, kalau misalnya di perusahaan A gak dibayar, sedangkan perusahaan B dibayar," katanya. 

Biasanya, kata Fakhri, orang-orang akan mundur ketika magangnya tidak dibayar. Padahal, kalau anak magang yang dibayar, belum tentu seenak yang tidak di bayar.

Sebab, dengan dibayar, anak magang biasanya di tuntut pekerjaan yang pasti. "Sedangkan di semester 7 ini, masih ada kuliah, terus sering izin dan lain-lain,” ujar Fakhri dalam sesi coaching clinic.

Ia juga mangajarkan cara memperkenalkan diri yang baik pada saat interview magang. Hal yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan diri, mulai dari pakaian, rambut.

Bagi yang berhijab, usahakan tidak membetulkan jilbabnya, tidak duduk sebelum dipersilakan duduk, dan yang pasti tidak menaruh kedua tangan di atas meja. Karena, ketika sedang di-interview, kedua tangan pasti akan refleks dimain-mainkan dan itu menunjukkan kepanikan di dalam diri.

Bahkan, saat memperkenalkan diri, jangan hanya menyebutkan isi yang ada di dalam CV. Namun, harus menjelaskan mau di bagian apa ketika magang.

Fakhri juga mengajarkan ketika interview magang, sikap kita tidak perlu kaku atau formal, melainkan lebih dibawa santai ketika di-interview. Sebelum sesi coaching clinic ditutup, Fakhri memberikan skill khusus yang harus disiapkan ketika di-interview magang, yakni public speaking. "Cara kalian mengobrol dengan orang lain yang harus terarah," kata dia.

Sesi lain, yakni "Demo Make Up For Internship Look" bersama Nelly Hassani dari alumni Ilmu Komunikasi dan sekarang menjadi pengusaha dan make-up artist (MUA). Sesi ini sangat menarik perhatian para mahasiswi yang hadir, karena Nelly memberikan tips serta cara make-up untuk setiap peminatan. 

Baginya, make-up simple dan fresh cocok digunakan untuk peminatan jurnalistik. Sebab, tidak dianjurkan untuk full make up bagi pekerjaan yang mengharuskan liputan kemana-mana. 

Bagi peminatan jurnalistik, cukup lipstik dan bedak. "Kalau untuk make-up markom tergantung job desk-nya, dan PR harus full make-up," ujar Nelly. 

Sebelum sesi demo make up ditutup, Nelly juga membuka dialog. Larasati Rachel mahasiswi Ilmu Komunikasi 2015 bertanya tatanan rambut bagi anak magang yang tidak berhijab.

“Apabila untuk mahasiswi yang tidak berhijab, lebih baik rambutnya di ikat satu agar terlihat rapih,” tutur Nelly.

Untuk sesi terakhir, ada tips pakaian apa yang pantas digunakan pada saat interview magang bersama Queenzharean. Ia adalah alumni Ilmu Komunikasi dan sekarang menjadi Corporae Secretary at Multi Arta Mayida EO. 

Queenzharean memberikan tips yang menarik untuk para mahasiswi khususnya peminatan PR, dan Markom. Tipsnya, yakni jangan memakai pakaian yang standar seperti atasan putih dan bawahan hitam.

Kata dia, ada baiknya mengenakan atasan warna cerah sedangkan bawahnya bisa warna yang netral atau gelap. Juga, dia menerangkan, jangan takut menggabungkan antara baju dan cardigan atau blazer.

Sementara peminatan jurnal bisa memakai baju yang rapi. Dia memberikan juga tips kepada mahasiswa untuk tidak menggunakan celana jeans pada saat interview magang untuk peminatan PR dan markom sehingga tidak salah kostum. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA