Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

NU-India Berdiskusi untuk Atasi Ancaman Terhadap Minoritas di India

Sabtu 24 Sep 2022 20:58 WIB

Red: Agung Sasongko

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menjawab pertanyaan wartawan sebelum kegiatan konferensi pers Religion of Twenty (R20) di Jakarta, Rabu (7/9/2022). Dalam konferensi pers tersebut, Ketua Umum PBNU menyampaikan terkait empat topik yang akan dibahas dalam pertemuan para pemimpin agama dalam kegiatan Religion of Twenty (R20) pada 3 dan 4 November 2022 mendatang di Nusa Dua, Bali. Empat topik tersebut diantaranya Historical Grievances (Kepedihan Sejarah), Pengungkapan Kebenaran, Rekonsiliasi, dan Pengampunan. Republika/Thoudy Badai

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menjawab pertanyaan wartawan sebelum kegiatan konferensi pers Religion of Twenty (R20) di Jakarta, Rabu (7/9/2022). Dalam konferensi pers tersebut, Ketua Umum PBNU menyampaikan terkait empat topik yang akan dibahas dalam pertemuan para pemimpin agama dalam kegiatan Religion of Twenty (R20) pada 3 dan 4 November 2022 mendatang di Nusa Dua, Bali. Empat topik tersebut diantaranya Historical Grievances (Kepedihan Sejarah), Pengungkapan Kebenaran, Rekonsiliasi, dan Pengampunan. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
NU menyadari adanya berbagai pelanggaran dan ancaman terhadap umat minoritas di India

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa pihaknya melakukan diskusi dengan pemerintah India dan Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) untuk mengatasi berbagai pelanggaran dan ancaman terhadap umat minoritas di India.

Baca Juga

"Nahdlatul Ulama menyadari adanya berbagai pelanggaran dan ancaman terhadap umat Muslim, Kristen, dan

Baca Selengkapnya di ihram.co.id

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA