Senin 08 Aug 2022 23:20 WIB

Krisis Pangan Global, ICMI: Momentum Bangkitkan Pangan Lokal

Isu pangan tengah menjadi pusat perhatian pemerintah saat ini.

Rep: Dedy Dermawan/ Red: Agung Sasongko
Pekerja memanen tanaman sorgum, di Desa Klatakan, Kendit, Situbondo, Jawa Timur.
Foto: ANTARA FOTO/Seno
Pekerja memanen tanaman sorgum, di Desa Klatakan, Kendit, Situbondo, Jawa Timur.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) sekaligus Rektor IPB University, Arif Satria, mengatakan, isu pangan tengah menjadi pusat perhatian pemerintah saat ini.

"Dalam tiga pekan terakhir, ini masih menjadi bahan perbincangan dan bahan pidator Presiden yang selalu menyinggung pangan, karena memang ini ancaman krisis yang benar-benar berpotensi terjadi," kata Arif dalam diskusi secara virtual yang digelar ICMI akhir pekan ini.

Baca Juga

Arif mengatakan, di tengah mahalnya harga pangan dunia, Indonesia sebagai negara agraris dan mampu memproduksi berbagai komoditas lokal harus mengambil momentum. Ia mencontohkan, seperti situasi harga gandum yang melonjak tinggi akibat konflik geopolitik Rusia-Ukraina. Substitusi gandum menjadi pilihan yang terbuka.

"Kita ada potensi yang luar biasa seperti sorgum, singkong, sagu, jagung, dan sebagainya. Ini variasi-variasi yang menurut saya sangat penting untuk terus didorong," ujarnya.

Lebih jauh, Arief menuturkan, pemanfaatkan situasi krisis global dengan mendorong pangan lokal sekaligus memberi harapan bagi masyarakat perdesaan. Seperti diketahui, desa merupakan lumbung pangan utama yang menghasilkan berbagai komoditas pangan pokok masyarakat.

"Perdesaan harus menjadi tempat yang mulia bagi kita semua, karena inilah sumber kehidupan yang harus terus dijaga dan dipelihara," ujarnya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement