Jumat 26 Feb 2021 18:30 WIB

Malang Buka Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021

Simulasi kegiatan belajar tatap muka akan disiapkan.

Malang Buka Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021. Vaksinator mengisi vaksin Covid-19.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Malang Buka Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021. Vaksinator mengisi vaksin Covid-19.

IHRAM.CO.ID, MALANG -- Pemerintah Kota Malang menyatakan kegiatan belajar tatap muka di Kota Malang, Jawa Timur berpeluang dibuka kembali pada Juli 2021 dengan tetap memperhatikan kondisi terkait penyebaran Covid-19.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan rencana tersebut akan disiapkan oleh Pemerintah Kota Malang usai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan sekolah di Indonesia bisa melakukan belajar tatap muka setelah para guru menerima vaksin Covid-19.

Baca Juga

"Kami ada rambu-rambu pada Juli 2021, tapi nanti akan kita lihat lagi," kata Sutiaji, Jumat (26/2).

Sutiaji menjelaskan Pemerintah Kota Malang akan menyiapkan pelaksanaan simulasi sekolah tatap muka. Simulasi tersebut bertujuan memastikan penerapan protokol kesehatan dilakukan secara ketat sebelum kegiatan belajar mengajar tatap muka dilakukan.

Menurut Sutiaji, penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dinilai mampu menekan penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19. "Dengan PPKM Mikro, dan disiplin yang sudah mulai berjalan dengan baik, nanti akan ada rencana (sekolah tatap muka). Dari pusat sudah ada rambu-rambu, persiapan," katanya.

Sutiaji menambahkan, dalam waktu dekat akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang untuk menyiapkan simulasi kegiatan belajar tatap muka. "Kepala dinas akan saya minta untuk simulasi, tetap pakai protokol Covid-19," ujar Sutiaji.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyebut salah satu tujuan vaksinasi guru agar sekolah dapat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli 2021. Di Kota Malang, hingga saat ini tercatat secara keseluruhan ada sebanyak 6.016 kasus konfirmasi positif Covid-19. Dari total tersebut, sebanyak 5.380 orang dilaporkan telah sembuh, 535 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement