Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Langkah Preventif Nabi Muhammad dalam Perang Tabuk

Rabu 21 Oct 2020 08:20 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil

  Langkah Preventif Nabi Muhammad dalam Perang Tabuk. Foto:  Ilustrasi Rasulullah

Langkah Preventif Nabi Muhammad dalam Perang Tabuk. Foto: Ilustrasi Rasulullah

Foto: Pixabay
Nabi Muhammad melakukan langkah preventif saat perang Tabuk.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Perang Tabuk sebenarnya merupakan sambungan dari perang sebelumnya, yakni Perang Mu’tah. Nabi mendengar kabar bahwa Bizantium dan sekutunya yaitu Ghassaniyah telah menyiapkan pasukan besar untuk menginvasi Hijaz guna menekan penyebaran kekuatan Muslim dengan pasukan sebanyak 40 ribu-100 ribu orang.

Dalam buku Islam Agama Perdamaian karya Ustaz Ahmad Sarwat dijelaskan, di lain pihak Kaisar Romawi Heraclius menganggap bahwa kekuasaan Muslim di jazirah Arab berkembang dengan pesat. Sehingga sebelum semakin berkembang, Heraclius berupaya untuk menaklukkan Arab.

Maka sebagai upaya preventif melindungi umat Islam di Madinah, Rasulullah SAW menyiapkan pasukan yang terdiri dari 70 ribu orang. Yakni jumlah pasukan terbanyak yang pernah dimiliki umat Islam pada masa itu. Maka pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriyah, Nabi memaklumatkan perang Tabuk setelah enam bulai peristiwa Pengepungan Thaif.

Baca Juga

Hadirnya perang Tabuk yang dimaklumatkan Nabi setidaknya dapat diambil dalam dua kesimpulan. Pertama adalah tentang cinta tanah air, dan yang kedua adalah tentang perlindungan dan penjagaan diri dan bangsa yang strategis.

Perang yang berkecamuk bukan didasari Nabi sebagai tindakan memberangus suatu penduduk atau bangsa lain. Namun merupakan jalan satu-satunya yang terdesak yang perlu Nabi lakukan guna melindungi kepentingan umat, bangsa, dan juga keselamatan-kepentingan banyak pihak.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA