Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Pintu Maksiat Lewat Pandangan Kedua

Senin 20 Sep 2021 05:15 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Pintu Maksiat Lewat Pandangan Kedua

Pintu Maksiat Lewat Pandangan Kedua

Foto: Pixabay
Menjaga pandangan merupakan tindakan utama dalam menjaga kemaluan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terdapat beberapa hal yang dapat menjadi pintu masuknya maksiat dan dosa. Salah satunya memandang dengan pandangan yang kedua.

Dikutip dari buku Ad-Daa wad Dawaa karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, pandangan merupakan pemandu dan utusan syahwat. Menjaga pandangan merupakan tindakan utama dalam menjaga kemaluan.

Baca Juga

Barangsiapa mengumbar pandangannya, maka dia telah menggiring dirinya kepada kebinasaan. Nabi Muhammad SAW bersabda:

لاَ تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّمَا لَكَ الأُولَى، وَلَيْسَتْ لَكَ الأُخْرَى

"Janganlah kamu mengikutkan pandangan dengan pandangan berikutnya. Sebab, hanya pandangan pertama saja yang dibolehkan bagimu tidak untuk pandangan setelahnya." (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Al-Baihaqi).

Disebutkan dalam al-Musnad, dari Nabi Muhammad SAW bahwasanya beliau bersabda: "Pandangan merupakan panah beracun dari anak-anak panah Iblis. Maka, barangsiapa menahan pandangannya dari kecantikan seorang wanita karena Allah, niscaya Allah akan memberikan kenikmatan dalam hatinya sampai hari pertemuan dengan-Nya."

Begitulah makna hadits tersebut.

Beliau juga bersabda:

"Tundukkan pandangan kalian dan jagalah kemaluan kalian." (Penggalan hadits riwayat Ahmad, Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Abid Dun-ya, al-Khara-ithi, dan al-Baihaqi).

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA