Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

ISIS Konfirmasi Kematian Pemimpinnya

Kamis 01 Dec 2022 17:15 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha

Seorang pejuang membakar bendera ISIS di garis depan di sisi barat Raqqa, timur laut Suriah, 17 Juli 2017. Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin melakukan pembicaraan via telepon dengan Menhan Turki Hulusi Akar, Rabu (30/11/2022).

Seorang pejuang membakar bendera ISIS di garis depan di sisi barat Raqqa, timur laut Suriah, 17 Juli 2017. Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin melakukan pembicaraan via telepon dengan Menhan Turki Hulusi Akar, Rabu (30/11/2022).

Foto: AP Photo/Hussein Malla
Tidak disebutkan tanggal dan kenapa pemimpin ISIS tersebut meninggal dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- ISIS pada Rabu (1/12/2022) waktu setempat mengumumkan kematian pemimpinnya Abu Hasan al-Hashimi al-Qurashi. Pengganti pemimpin yang tewas dalam pertempuran itu juga telah diumumkan.  

"Hashimi tewas dalam pertempuran dengan musuh Tuhan," kata seorang juru bicara ISIS seperti dikutip laman Channel News Asia, Kamis (1/12/2022). Ia tidak merinci tanggal atau penyebab kematiannya.

Baca Juga

Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengatakan, Hashimi telah tewas dalam operasi yang dilakukan oleh pemberontak Tentara Pembebasan Suriah di provinsi Daraa di Suriah selatan pada pertengahan Oktober. Provinsi Daraa sebagian besar dikendalikan oleh pasukan pemerintah Suriah dan pemberontak yang telah mencapai kesepahaman dengan rezim tersebut.

Pada pertengahan Oktober, Damaskus mengatakan telah melancarkan operasi gabungan melawan ISIS dengan mantan pemberontak di selatan provinsi itu. Menggunakan akronim alternatif untuk IS, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby menyambut baik pengumuman bahwa pemimpin lain dari ISIS tidak lagi berjalan di muka bumi.

Berbicara dalam pesan audio, juru bicara ISIS mengatakan Abu al-Hussein al-Husseini al-Qurashi telah ditunjuk sebagai pemimpin baru kelompok tersebut. Qurashi mengacu pada suku Nabi Muhammad, yang darinya para pemimpin ISIS harus mengklaim sebagai keturunan.

Setelah meroket di Irak dan Suriah pada 2014 ISIS melihat "kekhalifahan" yang diproklamirkannya sendiri runtuh di bawah gelombang serangan. Aturan keras dan penuh teror kelompok ekstremis Muslim Sunni ditandai dengan pemenggalan kepala dan penembakan.

ISIS dikalahkan di Irak pada 2017 dan di Suriah dua tahun kemudian, tetapi sel-sel tidur masih melakukan serangan di kedua negara. Kelompok atau cabangnya juga mengeklaim serangan di tempat lain tahun ini, termasuk di Afghanistan, Iran dan Israel.

Juru bicara itu tidak memberikan perincian tentang pemimpin baru itu, tetapi mengatakan dia adalah seorang militan "veteran" dan meminta semua kelompok yang setia kepada IS untuk berjanji setia kepada pemimpin keempatnya. Pemimpin ISIS sebelumnya, Abu Ibrahim al-Qurashi, tewas pada Februari tahun ini dalam serangan AS di provinsi Idlib di Suriah utara. Pendahulunya Abu Bakr al-Baghdadi terbunuh, juga di Idlib, pada Oktober 2019.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA