Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Iran Siap Bertukar Tahanan dengan AS

Kamis 18 Aug 2022 09:13 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

 Menteri Luar Negeri Antony Blinken. Pemerintah Iran pada Rabu (17/8/2022) menyatakan siap untuk  pertukaran tahanan dengan Amerika Serikat (AS).

Menteri Luar Negeri Antony Blinken. Pemerintah Iran pada Rabu (17/8/2022) menyatakan siap untuk pertukaran tahanan dengan Amerika Serikat (AS).

Foto: AP/Olivier Douliery/Pool AFP
AS harus membebaskan warga Iran yang dipenjara tanpa syarat.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pemerintah Iran pada Rabu (17/8/2022) menyatakan siap untuk  pertukaran tahanan dengan Amerika Serikat (AS). Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, mengatakan, AS harus membebaskan warga Iran yang dipenjara tanpa syarat.

"Kami siap menukar tahanan dengan Washington. AS harus membebaskan warga Iran yang dipenjara tanpa syarat apa pun,” ujar Kaani, dilansir Anadolu Agency, Kamis (18/8/2022).

Baca Juga

Kaani mengatakan, warga Iran yang dipenjara di AS telah menjadi korban ketidakadilan oleh sistem peradilan negara itu. Mereka mengalami tuduhan palsu terkait pelanggaran sanksi AS. Kaani berharap warga Iran yang dipenjara di AS dapat segera kembali ke keluarga mereka.

Sebelumnya pada Selasa (15/8/2022), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken meminta Teheran untuk membebaskan warga negara Iran-Amerika yang dipenjara di negara itu.  Iran mengatakan orang-orang ini telah dipenjara atas tuduhan spionase. Sejauh ini tidak ada perkiraan khusus orang Amerika yang dipenjara oleh Iran.

 Pada 2019, Teheran membebaskan seorang ilmuwan China-Amerika yang dipenjara oleh Iran atas tuduhan spionase.  Saat itu, Teheran menuduh AS menahan 20 warga Iran di penjaranya. Iran dan AS saat ini berusaha untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015. Pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian itu pada 2018.

Washington kemudian menjatuhkan sanksi yang menggoyahkan ekonomi Iran. Sejak itu, Iran terus meningkatkan pengayaan uranium hingga mendekati tingkat senjata nuklir. Namun Iran membantah bahwa mereka sedang mengembangkan senjata nuklir.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA