Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Hadapi Houthi, Israel Tawarkan Bantuan Keamanan ke UEA

Rabu 19 Jan 2022 19:03 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Pejuang Houthi bersenjata.

Pejuang Houthi bersenjata.

Foto: AP/Hani Mohammed
PM Israel Naftali Bennett menyampaikan langsung tawarannya tersebut melalui surat.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Israel menawarkan bantuan keamanan dan intelijen kepada Uni Emirat Arab (UEA). Hal ini menyusul serangan pesawat nirawak milik kelompok pemberontak Houthi ke Abu Dhabi yang menyebabkan tiga orang tewas.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayed, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengungkapkan, negaranya berkomitmen menjalin kerja sama dengan Abu Dhabi untuk melawan pasukan ekstremis di kawasan.

Baca Juga

“Kami akan terus bermitra dengan Anda untuk mengalahkan musuh bersama kita,” kata Bennett dalam suratnya, Selasa (18/1), dikutip laman Al Arabiya.

“Kami siap menawarkan Anda dukungan keamanan dan intelijen untuk membantu Anda melindungi warga Anda dari serangan serupa. Saya telah memerintahkan badan keamanan Israel untuk memberikan bantuan apa pun kepada rekan-rekan mereka di UEA, jika Anda tertarik,” kata Bennett dalam suratnya menyinggung serangan pesawat nirawak Houthi ke Abu Dhabi.

Bennett kemudian kembali menegaskan bahwa Israel mendukung UEA. Ia berdiri bersama Sheikh Muhammad bin Zayed. "Dunia harus berdiri melawan teror,” ucapnya.

Israel dan UEA telah melakukan normalisasi diplomatik pada September 2020. Pada Senin (17/1), serangan tiga pesawat nirawak ke Abu Dhabi menyebabkan kebakaran dan tiga kapal tanker meledak. Tiga warga UEA tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Kebakaran lain terjadi di area pembangunan baru Bandara Internasional Abu Dhabi.

Milisi Houthi mengeklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed bersumpah, negaranya tak akan membiarkan insiden itu berlalu begitu saja. Dia menyebut, UEA berhak merespons serangan teroris dan eskalasi kriminal yang jahat itu. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA