Senin 20 Sep 2021 06:38 WIB

Serangan Maut ISIS Tewaskan 35 Milisi dan Reaksi Taliban

Taliban menegaskan keberadaan ISIS bukan ancaman untuk Afghanistan

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nashih Nashrullah
Taliban menegaskan keberadaan ISIS bukan ancaman untuk Afghanistan. Gerakan ISIS (ilustrasi)
Foto: VOA
Taliban menegaskan keberadaan ISIS bukan ancaman untuk Afghanistan. Gerakan ISIS (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL – Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan bom di Afghanistan yang menargetkan anggota Taliban. ISIS mengklaim berhasil membunuh atau melukai puluhan di antara mereka. 

“Lebih dari 35 anggota milisi Taliban tewas atau terluka dalam serangkaian ledakan yang terjadi (pada Sabtu dan Ahad),” kata ISIS lewat saluran Telegram resminya, Amaaq, pada Ahad (19/9), dikutip laman Al Arabiyah. 

Baca Juga

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengonfirmasi adanya serangan bom yang menargetkan anggota kelompoknya. Sebuah ledakan mengincar kendaraan Taliban terjadi di kota Jalalabad, pusat provinsi Nangarhar. Ibu kota Afghanistan, Kabul, turut diguncang bom pada Sabtu (18/9) lalu. 

Menurut media Afghanistan, ToloNews, ledakan di Kabul melukai dua orang. Serangan bom juga terjadi di Nangarhar dan melukai sekitar 20 orang. 

Sebelumnya Zabihullah Mujahid sempat mengatakan bahwa ISIS tidak menimbulkan ancaman bagi Afghanistan. Menurutnya hanya segelintir warga di negara tersebut yang berada di bawah pengaruh ISIS. 

"Pertama-tama, izinkan saya memberi tahu Anda bahwa ISIS bukanlah ancaman di Afghanistan karena berbagai alasan. Pertama, ISIS yang dimiliki di negara kami tidak berasal dari Irak dan Suriah," kata Mujahid dalam wawancara dengan surat kabar Jerman, Bild, yang diterbitkan pada 6 September lalu. 

Alasan kedua adalah tidak adanya pemerintahan Islam. “Ini memotivasi mereka untuk berperang melawan pasukan asing,” kata Mujahid. 

Pada saat yang sama, Mujahid mencatat bahwa hanya sejumlah kecil warga Afghanistan yang berada di bawah pengaruh ISIS. 

Dia meyakinkan, setelah pasukan asing menarik diri dari Afghanistan, dan Taliban naik ke tampuk kekuasaan, ideologi ISIS tidak akan menyebar ke seluruh negara tersebut. 

“Keemiran Islam (sebutan Taliban untuk pemerintahannya) bertanggung jawab atas keamanan di Afghanistan. Kami akan membuat negara kami sepenuhnya aman, aman dari segala macam ancaman,” ujar Mujahid. 

Dia menegaskan ada perbedaan besar antara Taliban dan ISIS. “Keemiran Islam tidak pernah memiliki ide untuk menyerang negara asing, menyerang diplomat asing, dan mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Semua yang kami lakukan dalam 20 tahun terakhir bertujuan membuat negara kami (Afghanistan) merdeka,” ujarnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement