Rabu 21 Oct 2020 11:44 WIB

Assad Upayakan Pencabutan Sanksi AS dengan Tukar Sandera

AS memutuskan hubungan dengan Suriah sejak 2012

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini
Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Foto: Reuters
Presiden Suriah Bashar al-Assad.

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Presiden Suriah Bashar al-Assad dilaporkan tengah mengupayakan pencabutan sanksi Amerika serikat (AS) dan penarikan pasukan AS dari Suriah dengan imbalan pembebasan dua orang warga AS.

Mengutip seorang pejabat Lebanon, majalah Newsweek melaporkan bahwa direktur Keamanan Umum Lebanon Mayor Jenderal Abbas Ibrahim mengunjungi Washington pada Kamis. Dia membawa serta informasi tentang jurnalis Amerika Austin Tice dan pekerja kesehatan Suriah-Amerika Majd Kamalmaz.

Baca Juga

Tice hilang saat meliput perang di sana pada 2012. Sementara Kamalmaz, seorang psikoterapis, diyakini telah ditahan oleh pasukan Suriah setelah dihentikan di sebuah pos pemeriksaan di Damaskus pada 2017.

"Ibrahim bertemu dengan penasihat keamanan nasional Gedung Putih Robert O'Brien selama sekitar 4 jam dalam sebuah diskusi yang menguraikan tuntutan Suriah sebagai bagian dari negosiasi untuk mengakhiri ketidakpastian tentang keberadaan dua pria yang ditangkap itu," kata laporan itu dikutip laman Daily Sabah, Rabu (21/10).

Newsweek melaporkan bahwa pejabat Lebanon dan sumber Suriah yang mengetahui diskusi tersebut mengonfirmasi bahwa pemerintah Assad tengah mengupayakan kesepakatan dengan pemerintahan Presiden Donald Trump. Kesepakatan itu adalah tentang pencabutan sanksi AS dan penarikan pasukan yang ditempatkan di garnisun Al-Tanf.

Berita itu muncul beberapa hari setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa Kash Patel, wakil asisten Trump dan pejabat tinggi kontraterorisme Gedung Putih, bertemu dengan pejabat dari pemerintah Assad awal tahun ini. Pembicaraan rahasia itu bertujuan untuk mengamankan pembebasan Tice dan Kamalmaz.

Pembicaraan terakhir yang diketahui antara Gedung Putih dan pejabat Suriah di Damaskus terjadi pada 2010. AS memutuskan hubungan dengan Suriah pada 2012 untuk memprotes tindakan keras Assad terhadap pengunjuk rasa yang menyerukan diakhirinya rezim. Trump menulis kepada Assad pada Maret mengusulkan dialog langsung untuk meminta pembebasan Tice.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement