Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

PM Hassan Diab: Beirut Berduka, Lebanon Hadapi Bencana

Rabu 05 Aug 2020 12:14 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

  Petugas menolong korban yang terluka  akibat  ledakan di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8) waktu setempat. Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengatakan Beirut sedang berduka.

Petugas menolong korban yang terluka akibat ledakan di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8) waktu setempat. Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengatakan Beirut sedang berduka.

Foto: AP/Hussein Malla
Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengatakan Beirut sedang berduka.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT - Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengatakan Beirut saat ini sedang berduka dan Lebanon menghadapi sebuah bencana. Hal itu disampaikan Hassan Diab dalam sebuah pidato mengenai kondisi negara setelah terjadi ledakan besar di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8).

"Kepada rakyat Lebanon, hari ini adalah hari yang sangat menyedihkan dan menyakitkan. Beirut berduka. Lebanon menghadapi sebuah bencana," ujar Hassan Diab dilansir Kantor berita resmi Lebanon, NNA, Rabu.

Baca Juga

Menurut Diab ini adalah bencana nasional yang besar. Foto-foto dan video-video yang ada sangat menggambarkan tragedi ini dan menerjemahkan lingkup malapetaka yang berdampak untuk Lebanon,

Hassan Diab mengatakan, Beirut sedang berduka. Seluruh Lebanon merasakan bencana. Lebanon sedang mengalami cobaan berat yang hanya dapat dihadapi dengan persatuan dan solidaritas nasional di antara rakyat Lebanon dari seluruh latar belakang dan daerah.

"Kita sedang mengalami bencana yang hanya bisa diatasi dengan tekad dan kegigihan untuk menghadapi tantangan serius ini dan konsekuensi yang merusak," ujarnya.

"Apa yang terjadi hari ini tidak akan berlalu tanpa akuntabilitas. Mereka yang bertanggung jawab pada bencana ini akan membayar harganya. Ini adalah janji yang saya buat kepada mereka yang mati syahid dan terluka. Ini adalah komitmen nasional," tegasnya.

Fakta mengenai mengenai gudang berbahaya itu, yang telah berdiri sejak 2014, saat ini sudah enam tahun, akan diumumkan. "Saya tidak akan mendahului investigasi mengenai ledakan ini," kata Diab.

"Saat ini, kita fokus untuk menangani bencana ini, menemukan orang-orang yang mati syahid, dan merawat yang terluka," ujar Hassan Diab.

Diab berjanji bencana ini tidak akan berlalu tanpa hukuman dan mereka mereka yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban. "Kepada rakyat Lebanon. Kita menghadapi sebuah bencana. Tetapi saya percaya diri bahwa kita akan menanganinya dengan penuh tanggung jawab," ujar dia.

Selain itu Diab menyeru kepada semua negara-negara sahabat yang mencintai Lebanon untuk berdiri bersama Lebanon dan menolong Lebanon mengobati luka-luka mendalam ini.

"Kita sedang menghadapi malapetaka, tetapi kita memegang firman Yang Maha Kuasa: 'Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun' (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali)," ujar Hassan Diab.

sumber : NNA
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA