Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Ledakan Lebanon Terkait dengan 2.750 Ton Amonium Nitrat

Rabu 05 Aug 2020 07:42 WIB

Red: Ani Nursalikah

Ledakan Lebanon Terkait dengan 2.750 Ton Amonium Nitrat. Petugas menolong korban yang terluka  akibat  ledakan di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8) waktu setempat.

Ledakan Lebanon Terkait dengan 2.750 Ton Amonium Nitrat. Petugas menolong korban yang terluka akibat ledakan di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8) waktu setempat.

Foto: AP/Hussein Malla
Amonium nitrat ditimbun di gudang pelabuhan Lebanon selama enam tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan sebanyak 2.750 ton amonium nitrat ditimbun selama enam tahun di gudang pelabuhan, lokasi terjadinya ledakan amat masif yang mengguncang Ibu Kota Beirut, Selasa (4/8).

Baca Juga

Aoun menyebut penimbunan zat kimia bersifat eksplosif tersebut tidak dapat diterima karena dilakukan secara serampangan tanpa memperhatikan aspek keamanan. Amonium nitrat adalah senyawa kimia yang biasa digunakan untuk pupuk dan menjadi campuran zat dalam konstruksi pertambangan.

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab meminta kabinet pemerintahan menggelar rapat darurat terkait ledakan ini pada Rabu. Lebanon mengumumkan status darurat selama dua pekan.

Sejauh ini, setidaknya 78 orang dilaporkan tewas akibat ledakan. Sekitar 4.000 orang lainnya mengalami luka-luka.

Otoritas setempat menyebut kemungkinan korban meninggal dunia masih akan terus bertambah seiring dengan proses evakuasi oleh petugas yang mencari korban di bawah reruntuhan bangunan. “Apa yang kami saksikan di sini adalah sebuah malapetaka dahsyat. Korban bergelimpangan, kerusakan terjadi di mana-mana,” ujar Kepala Palang Merah Lebanon, George Kettani, dalam wawancara dengan Mayadeen.

Diab menyatakan dalam pidatonya harus ada pertanggungjawaban terhadap ledakan maut di gudang yang berbahaya ini. “Mereka yang bertanggung jawab akan membayar dengan harga setimpal,” kata Diab, yang menambahkan perincian terkait hal ini akan disampaikan kepada publik.

Beberapa jam usai ledakan, yang terjadi sekitar pukul 6 petang waktu setempat, api masih menyala di wilayah pelabuhan sehingga terlihat cahaya kemerahan menjelang malam. Sebagian korban luka dibawa ke luar Beirut untuk perawatan karena rumah sakit di kota itu telah penuh oleh sebagian korban lain. Ambulans dari kota-kota sekitar juga dikerahkan untuk membantu evakuasi.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA