Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Pelaku Penyerangan Kedubes Arab Saudi di Iran Disidang

Senin 18 Jul 2016 18:07 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Ani Nursalikah

Presiden Iran Hassan Rouhani.

Presiden Iran Hassan Rouhani.

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Sebanyak 21 orang yang dituduh menyerang Kedutaan Besar Arab Saudi di Iran pada Januari muncul di pengadilan Teheran, Senin (18/7). Mereka diadili setelah Presiden Iran Hassan Rouhani mendesak pengadilan  mengambil tindakan.

Menurut kantor berita Tasnim, para tersangka dituduh mengganggu ketertiban umum dan merusak bangunan kedutaan.

Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan rivalnya Iran setelah pengunjuk rasa menyerang kedutaan kerajaan tersebut di Teheran dan konsulat di Mashhad. Serangan terjadi menyusul eksekusi Saudi terhadap ulama syiah terkemuka.

Pemerintah Iran segera mengutuk serangan itu dan Rouhani meminta pengadilan menghukum pada pengunjuk rasa untuk menghentikan serangan kedutaan. Serangan semacam ini telah berulang sepanjang sejarah Republik Islam 37 tahun itu dan menyulitkan kebijakan luar negerinya.

Demonstran Iran menyerang kedutaan Amerika Serikat pada 1979, kedutaan Kuwait pada 1987, kedutaan Arab Saudi pada 1988, Denmark pada 2006 dan menyerang kedutaan Inggris pada 2011. Sebagian besar teah menyebabkan pelanggaran dalam hubungan diplomatik.

Tak satu pun dari pelaku peyerangan dalam insiden tersebut dihukum.

Pengadilan Iran mengumumkan pada April lebih dari 100 tersangka telah ditangkap sehubungan dengan serangan terbaru di kedubes Arab Saudi dan sebanyak 48 telah didakwa. Semua dibebaskan dengan jaminan.

Berbicara di pertemuan tahunan lembaga perdilan pada Juni, Rouhani mengatakan para penyerang telah diidentifikas dan mendesak pengadilan untuk mengambil tindakan.

"Orang-orang ingin tahu bagaimana peradilan akan berusaha dengan orang-orang yang menyerang kedutaan melawan hukum dan keamanan nasional Iran," kata Rouhani dikutip kantor berita ISNA. "Mereka sedang menunggu untuk mendengar vonis," lanjut dia.

Setelah mencapai kesepakatan nuklir tahun lalu dengan kekuatan dunia, Rouhani telah berusaha meredakan hubungan yang tegang dengan tetangga dan kekuatan Barat. Tapi, serangan kedutaan menjadi pukulan untuk usaha itu dan menyebabkan sekutu Arab seperti Bahrain dan Sudan memutuskan hubungan mereka, pun dengan Uni Emirat Arab.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA