Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Prancis Akui Palestina, Israel: Itu Tidak Bertanggung Jawab

Senin 24 Nov 2014 14:14 WIB

Red: Agung Sasongko

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Foto: AP Photo

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Perdana Menteri ISrael, Benjamin Netanyahu menyatakan tindakan Prancis mengakui negara Palestina merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab. "Saya khawatir soal ini. Karena apa yang meeka berikan adalah pengakuan kepada sebuah negara yang tidak menghargai perdamaian," kata dia seperti dilansir Alarabiya, Senin (24/11).

Menurut Netanyahu, Palestina menginginkan berdirinya sebuah negara tapi tidak untuk mengakhiri perang dengan Israel. Melainkan melanjutkan perang guna memperluas perbatasannya. "Lihat apa yang terjadi. Setiap kali kami memberikan wilayah untuk Palesstina, misalnya Gaza, Iran memasuki Gaza dengan menembakan ribuan roket ke Israel. Apakah Prancis membahas soal ini," keluhnya.

Komentar ini muncul sehari setelah Israel menyetujui proposal kontroversial yang menganggap Israel sebagai tanah air Yahudi. Rancangan Undang-Undang (RUU) itu tinggal menunggu persetujuan parlemen. Sementara, di dalam negeri Israel, warga keturunan Arab mengelar aksi protes menentang RUU tersebut.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA