Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Militer Israel Tembak Mati Remaja Palestina

Sabtu 21 May 2022 16:17 WIB

Rep: Dwina agustin/ Red: Friska Yolandha

Pelayat Palestina, beberapa bersenjata, membawa jenazah Amjad al-Fayyed, 17, selama pemakamannya di kamp pengungsi Tepi Barat Jenin, Sabtu, 21 Mei 2022. Pasukan Israel menembak dan membunuh al-Fayyed saat pertempuran meletus ketika tentara masuk sebuah kota yang bergejolak di Tepi Barat yang diduduki Sabtu pagi, kata kementerian kesehatan Palestina dan media lokal.

Pelayat Palestina, beberapa bersenjata, membawa jenazah Amjad al-Fayyed, 17, selama pemakamannya di kamp pengungsi Tepi Barat Jenin, Sabtu, 21 Mei 2022. Pasukan Israel menembak dan membunuh al-Fayyed saat pertempuran meletus ketika tentara masuk sebuah kota yang bergejolak di Tepi Barat yang diduduki Sabtu pagi, kata kementerian kesehatan Palestina dan media lokal.

Foto: AP Photo/Majdi Mohammed
Israel mengintensifkan serangan di kota Jenin di Tepi Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Pasukan Israel menembak dan membunuh seorang remaja laki-laki Palestina ketika bentrokan meletus di wilayah pendudukan Tepi barat pada Sabtu (21/5/2022) pagi. Militer telah mengintensifkan serangan di kota Jenin di Tepi Barat utara selama beberapa bulan terakhir.

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi korban tewas sebagai Amjad al-Fayyed berusia 17 tahun. Sebelum kabara kematian, dikabarkan seorang warga Palestina berusia 18 tahun lainnya berada dalam kondisi kritis setelah terluka oleh tembakan Israel.

Baca Juga

Media lokal melaporkan bahwa bentrokan meletus di luar kamp pengungsi Jenin ketika pasukan Israel menyerbu daerah tersebut. Tidak segera jelas bagaimana al-Fayyed bisa tertembak. Namun, Israel mengatakan sedang melakukan kegiatan kontra-terorisme untuk menahan milisi yang dicari dan yang memiliki rencana melakukan serangan mematikan baru-baru ini di Tepi Barat dan Israel.

Pada 11 Mei, seorang jurnalis veteran Palestina untuk saluran Aljazirah meninggal dunia saat meliput operasi militer Israel di Jenin. Keluarga Shireen Abu Akleh, penyiar, Otoritas Palestina, dan saksi menyatakan bahwa pasukan Israel menembak koresponden untuk saluran Qatar tersebut. Sedangkan Israel menuduh milis Palestina menembaki wartawan itu, meski pernyataan itu kemudian ditarik.

Pejabat militer Israel mengatakan pada Kamis (19/5/2022), militer telah mengidentifikasi senapan tentara yang mungkin telah membunuh Abu Akleh. Namun mereka mengatakan tidak dapat memastikan kecuali Palestina menyerahkan peluru untuk dianalisis. 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA