Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

AS: Kami Prihatin dengan Kekerasan di Yerusalem Timur

Selasa 11 May 2021 13:35 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Warga Palestina lari dari granat setrum yang ditembakkan oleh petugas polisi Israel selama bentrokan di gerbang Damaskus di luar Kota Tua Yerusalem, Sabtu (8/5).

Warga Palestina lari dari granat setrum yang ditembakkan oleh petugas polisi Israel selama bentrokan di gerbang Damaskus di luar Kota Tua Yerusalem, Sabtu (8/5).

Foto: AP
AS memantau kekerasan di Yerusalem Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Gedung Putih menyuarakan keprihatinan serius atas kekerasan di Yerusalem Timur pada Senin (10/5). Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, Amerika Serikat (AS) terus memantau ketegangan yang memuncak di Israel.

"Kami terus memantau kekerasan di Israel. Kami memiliki keprihatinan serius tentang situasi tersebut, termasuk konfrontasi dengan kekerasan yang telah kami saksikan selama beberapa hari terakhir," kata Psaki, dilansir Anadolu Agency, Selasa (11/5). 

Baca Juga

Psaki mencatat, Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan menyuarakan keprihatinan tentang potensi penggusuran keluarga Palestina dari rumah mereka. Selain itu, Sullivan juga mengutuk serangan dari Jalur Gaza ke Israel.

"Ini sesuatu yang diawasi ketat oleh tim keamanan nasional kita, yang pasti presiden selalu mengikuti dan mengawasi," ujar Psaki. 

Serangan Israel terjadi setelah kelompok Palestina meluncurkan sekitar 100 roket, termasuk tujuh di Yerusalem. Sementara, sisanya menargetkan Ashkelon, Sderot, dan permukiman di dekat Jalur Gaza.

Serangan roket itu terjadi sebagai tanggapan atas serangan Israel yang berkelanjutan di Masjid al-Aqsa dan penggusuran keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur yang diduduki. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan 65 orang terluka dalam serangan udara itu.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA